Pasar Saham Cenderung Flat

Pasar Saham Cenderung Flat

- detikFinance
Rabu, 02 Agu 2006 09:45 WIB
Jakarta - Pascakenaikan yang cukup tinggi pada Selasa kemarin (1/8/2006), pasar saham rawan akan aksi ambil untung dan cenderung flat. Harga minyak yang kembali menyentuh level US$ 75 per barel tetap menjadi ancaman.Turunnya bursa saham di wall street akan ikut menyeret pasar saham ke jalur merah. Apalagi kini harga minyak dunia di pasar New York berada US$ 74,91 per barel dan di pasar London US$ 75,47 per barel.Pada perdagangan saham pukul 09.36 JATS, Rabu (2/8/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nak 1,318 poin (0,1%) ke level 1.373,011. IHSG sempat terkoreksi 2 poin pada pembukaan pasar.Meski demikian pelaku pasar masih memiliki harapan akan turunnya suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 8 Agustus, karena terkendalinya inflasi Juli dibawah 1 persen yakni 0,45 persen.Penurunan suku bunga akan menggairahkan saham perbankan, properti dan sektor rill. Sementara pada penutupan perdagangan Selasa kemarin IHSG menguat 20,044 poin (1,483%) ke level 1.371,693. Kenaikan IHSG didorong oleh keluarnya data inflasi bulan Juli. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.BNI SecuritiesPenurunan tingkat inflasi kiranya diluar antipasi oleh para pelaku pasar. Optimisme membaiknya makro ekonomi diakhir tahun semakin tinggi. IHSG diperkirakan masih mampu berada pada teritori positif pada kisaran level 1.359 - 1.394. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads