Adhi Karya Targetkan Laba Bersih 2006 Tumbuh 17%

Adhi Karya Targetkan Laba Bersih 2006 Tumbuh 17%

- detikFinance
Kamis, 03 Agu 2006 13:13 WIB
Jakarta - Perusahaan konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk menargetkan perolehan laba bersih akhir tahun 2006 mencapai Rp 91,2 miliar atau tumbuh 17,1 persen dibanding laba bersih tahun 2005 sebesar Rp 77,9 miliar.Pendapatan bersih sampai akhir tahun juga ditargetkan naik 46,6 persen menjadi Rp 4,406 triliun dibanding tahun 2005 Rp 3,027 triliun. Sedangkan laba usaha ditargetkan naik dari Rp 174 miliar tahun lalu menjadi Rp 260 miliar.Demikian tertulis dalam materi presentasi road show Adhi Karya ke Singapura yang disampaikan ke Bursa Efek Jakarta, Kamis (3/8/2006).Namun sampai semester pertama 2006, perseroan baru membukukan laba bersih Rp 2,3 miliar. Lonjakan pendapatan di Semester I-2006 sebesar Rp 1,545 triliun yang naik 40,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu tidak tercermin dalam laba bersih."Hal itu karena Adhi masih terbebani kenaikan beban kontrak yang naik diakhir tahun lalu sebesar Rp 40 miliar yang di-carry over ke 2006. Peningkatan pinjaman untuk mendorong pertumbuhan juga menaikkan beban bunga," demikian disampaikan dalam presentasi tersebut.Beban kontrak naik menjadi Rp 1,421 triliun dibanding periode yang sama tahun Rp 996 miliar. Demikian pula beban bunga yang naik dari Rp 38 miliar per Juni 2005 menjadi Rp 70 miliar.Dikatakan juga industri konstruksi kedepan masih sangat menjanjikan karena banyaknya proyek pembangunan pembangkit listrik PLN, infrastruktur pemerintah dan sektor swasta seperti properti. Saat ini perseroan tengah mengikuti tender pembangkit 7.200 MW yang akan diumumkan Oktober mendatang.Adhi juga berharap penurunan inflasi dan suku bunga di semester kedua bisa mempercepat pertumbuhan perseroan."BI rate kami harap akan turun sampai 10 persen akhir tahun ini dan inflasi 8 persen. Berdasarkan asumsi ini proyek properti swasta seperti pembangunan gedung dan mall akan mulai bergulir lagi awal 2007," jelas manajemen perusahaan. Tahun ini Adhi menargetkan kontrak baru senilai Rp 5 triliun dan tambahan yang di-carry over dari tahun lalu sebesar Rp 2,82 triliun, sehingga total kontrak mencapai Rp 7,8 triliun.Pada tahun 2006 Adhi memperoleh 13 proyek infrastruktur prestisius senilai Rp 2,69 triliun dan US$ 74 juta.Ke-13 proyek besar itu adalah, Doha City Center pembangunan Electro Mechanical senilai US$ 45 juta. Pembangunan jalan Heavy Oil Riau Rp 398 miliar, Gedung Sudirman Park Rp 317 miliar.LNG Tangguh sebesar US$ 28 juta, pembangunan jalan Meulaboh-Calang Aceh Rp 278 miliar, jembatan Suramadu Rp 271 miliar, Pelabuhan Dumai Rp 256 miliar, Kelapa Gading City Square Rp 238 miliar, Gedung Medco Tower Rp 226 miliar, Gedung Indonesia University of Education Rp 191 miliar, Gedung Capital Residence Rp 183 miliar, pembangkit listrik Tarahan Rp 171 miliar dan Gedung STAIN Malang Rp 161 miliar. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads