Telkomsel Dongkrak Pendapatan Singtel

Telkomsel Dongkrak Pendapatan Singtel

- detikFinance
Kamis, 03 Agu 2006 15:06 WIB
Singapura - Kehadiran unit-unit usaha Singapore Telecommunications (Singtel) seperti Telkomsel, Bharti dan Globe sangat berarti. Unit-unit usaha itu sukses mendongkrak kenaikan laba bersih Singtel hingga 5,8 persen.Perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara itu selama kuartal pertama tahun fiskal 2006 berhasil mencatat laba bersih sebesar US$ 535 juta atau sekitar SGD 840 juta. Angka itu berarti sesuai dengan prediksi maksimal dari para analis yang memperkirakan laba Singtel sebesar SGD 770-839 juta.Dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (3/8/2006), Singtel mengatakan bahwa peningkatan laba bersih itu terutama didorong oleh pendapatan unit usahanya terutama di Indonesia yakni Telkomsel dan Bharti India. Kenaikan pendapatan unit usaha regionalnya itu mampu menutupi penurunan pertumbuhan di pasar Singapura dan juga di Australia. Di negeri Kangguru, Singtel memiliki Optus yang merupakan perusahaan selular terbesar kedua.Pendapatan operasional Singtel pada kuartal pertama yang berakhir pada Juni turun 1,4 persen menjadi SGD 3,17 miliar. Sementara laba sebelum pajak unit usaha regional Singtel tercatat naik 29 persen menjadi SGD 495 juta. Kenaikan dari Bharti India sebesar 64 persen menjadi SGD 101 juta dan Telkomsel naik 30 persen menjadi SGD 225 juta.Globe Telecom Filipina juga memberi kontribusi yang besar kepada Singtel dengan laba sebelum pajak naik menjadi SGD 110 juta dari sebelumnya hanya SGD 61 juta.Sementara unit Singtel di Thailand dan Bangladesh justru mencatat penurunan laba sebelum pajak karena tinginya biaya."Keseluruhan hasil kuartal ini merupakan awal yang baik untuk tahun fiskal yang baru. Seluruh bisnis kami telah membuat perkembangna yang baik. Unit usaha, terutama Bharti, Telkomsel dan Globe terus menunjukkan performa yang kuat," ujar Chief Ececutive Singtel Lee Hsien Yang.Di Singapura, pendapatan operasional Singtel tetap sebesar SGD 995 juta karena pendapatan dari data dan jasa internet yang merupakan sumber 'mata pencaharian' Singtel turun 1,2 persen menjadi SGD 296 juta.Sementara pendapatan dari unit mobile, yang merupakan sumber 'mata pencaharian' terbesar kedua Singtel naik 6,8 persen menjadi SGD 221 juta. Singtel merupakan operator selular terbesar dengan pangsa pasar sebesar 38,7 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads