Resmi Listing, Saham Emiten Bimbel Kelebihan Permintaan 47 Kali

ADVERTISEMENT

Resmi Listing, Saham Emiten Bimbel Kelebihan Permintaan 47 Kali

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Rabu, 11 Jan 2023 13:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Emiten bimbingan relajar (bimbel) pertama di bursa efek Indonesia (BEI), PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) mengalami oversubscribed pada proses initial public offering (IPO). PO perusahaan dengan merek Bimbel Lavender tersebut menyampaikan kelebihan pemesanan sebanyak 47 kali dari total penjatahan terpusat, saham yang ditawarkan sebanyak 280 juta saham baru.

Deputy Director Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan, kondisi ini menunjukkan potensi besar di bisnis sektor pendidikan di Indonesia.

"Selama masa pooling, permintaan yang masuk mencapai lebih dari 50 miliar saham dari total saham yang ditawarkan sebanyak 280 juta saham baru atau oversubscribed 4.709% atau 47 kali dari jumlah pemesanan terpusat. Nilai pemesanan terpusat yang masuk lebih dari Rp942 miliar," ujar Wibowo dalam keteranganya, Rabu (11/1/2022).

BMBL memang menjadi sorotan di kancah bursa belakangan ini karena untuk pertama kalinya terdapat perusahaan dari sektor pendidikan khususnya perusahaan bimbingan belajar (bimbel) yang akan melantai ke bursa saham. Hal ini menjadi perhatian bagi investor karena usaha di sektor pendidikan belum ada di pasar modal.

Direktur Utama PT KGI Sekuritas Indonesia Antony Kristanto, yakin atas prospek BMBL di masa yang akan datang dengan melihat komitmen BMBL untuk mengembangkan fasilitas sarana dan pra sarana serta penggunaan teknologi terkini dalam melayani konsumennya. Penggunaan teknologi memudahkan BMBL untuk memperluas jangkauan pasar.

"Di sisi lain, komitmen pengembangan fasilitas BMBL bisa dilihat dari salah satu penggunaan dana hasil IPO berupa pelunasan unit apartemen yang akan diperuntukkan untuk akomodasi penginapan para siswa dimana sebelumnya BMBL masih mengandalkan hotel untuk keperluan akomodasi para siswa sehingga BMBL akan mengalami efisiensi biaya akomodasi setiap tahunnya," katanya,

Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Rovandi, memperkirakan kinerja keuangan BMBL pada 2022 ini diproyeksikan mengantongi laba bersih sebesar Rp 4 miliar. Angka itu naik hampir 2 kali lipat dari perolehan laba bersih di 2021 sebesar Rp 2,13 miliar. Dalam proyeksi perusahaan, laba bersih di 2023 bisa mencapai Rp6 miliar dan 2024 mencapai Rp16,5 miliar.



Simak Video "Pendatang Baru di BEI, SKB Food akan Gunakan Kode Saham RAFI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT