Pasar Saham Tak Kaget, Jika BI Rate Turun 0,25%
Selasa, 08 Agu 2006 09:45 WIB
Jakarta -
Pelaku pasar tengah bersiap menyambut penurunan BI rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bank Indonesia (BI) siang ini, yang diperkirakan akan memangkas 0,25 persen suku bunganya.Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.33 JATS, Selasa (8/8/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah naik 6,206 poin (0,44%) pada level 1.409,696.Pelaku pasar memprediksi penurunan suku bunga antara 25 sampai 50 basis poin yang saat ini BI rate ada di level 12,25 persen.Namun, rencana penurunan BI rate ini telah diantisipasi investor sebelumnya, sehingga jika penurunnya sebesar 0,25 persen tidak lagi terlalu mengejutkan.Pelaku pasar juga memperkirakan indeks akan bertahan di teritori positif, jika sidang the Fed malam nanti (8 Agustus waktu AS) tetap mempertahankan suku bunga 5,25 persen.Penurunan BI rate terutama akan memberikan pengaruh positif pada saham perbankan, properti dan perusahaan pembiayaan.Namun sentimen positif ini bisa dikacaukan oleh terus naiknya harga minyak dunia yang kini menyentuh level US$ 78 per barel di pasar London. Kondisi ini akan memaksa pelaku pasar melakukan aksi profit taking.Pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (7/8/2006), IHSG naik 14,137 poin (1,018%) ke level 1.403,490. Penguatan IHSG yang kembali menyentuh level 1.400 didorong antisipasi penurunan BI rate dan penguatan rupiah.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.BNI Securities Antisipasi keputusan penurunan BI Rate hari ini diharapkan masih mampu mengangkat pergerakan indeks. Terlebih lagi kenaikan indeks kemarin didukung nilai dan volume transaksi yang signifikan. Namun kenaikan indeks dapat terhadang oleh aksi profit taking yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia diatas US$ 75 per barel. Kisaran pergerakan indeks diperkirakan berada pada level 1.383-1.419.
(ir/)










































