Pasar Saham Masih Tunggu The Fed, IHSG Turun 7 Poin
Selasa, 08 Agu 2006 16:27 WIB
Jakarta -
Meski penurunan BI rate disambut positif, namun pelaku pasar masih tidak berani mengakumulasi saham karena menunggu kepastian hasil rapat the Fed nanti malam.Penurunan BI rate sebesar 50 basis sebenarnya telah direspons pelaku pasar beberapa hari terakhir. Namun menurut Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja, investor masih akan melakukan pengitungan atas kebijakan BI dan the Fed."Kalau The Fed mempertahankan suku bunga, maka langkah BI sudah sesuai tapi kalau naik pelaku pasar akan shock," ujar Edwin.Penurunan BI rate hingga 50 basis poin dinilai sedikit agresif, karena sebelumnya pelaku pasar menduga BI akan bersikap konservatif dengan menurunkan 0,25 persen. Apalagi, sejumlah bank sentral justru cenderung menaikkan suku bunga karena harga minyak yang terus naik melewati level US$ 75 per barel. Sehingga langkah BI seperti melawan arus. Akibatnya pada penutupan perdagangan Sealsa (8/8/2006), investor justru melakukan aksi ambil untung menunggu kejelasan he Fed. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,407 poin (0,53%) pada level 1.396,083.Indeks LQ-45 turun 1,837 poin (0,59%) pada level 310,386 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,320 poin (0,13%) pada level 248,558.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 20.736 kali, pada volume 1,242 miliar unit saham, senilai Rp 2,026 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 46 saham naik, 70 saham turun dan 62 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 95 menjadi Rp 2.025, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 4,125, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.350 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 790.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 550 menjadi Rp 12.450, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 250 menjadi Rp 4.800 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 10.700.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
