Ekonomi Dibayangi 'Awan Gelap', Investasi Apa yang Menarik?

ADVERTISEMENT

Ekonomi Dibayangi 'Awan Gelap', Investasi Apa yang Menarik?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Jan 2023 17:10 WIB
Ilustrasi Menabung dan Investasi
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Kondisi ekonomi global saat ini penuh dengan ketidakpastian. Tantangan itu berasal dari inflasi yang tinggi sehingga banyak bank sentral mengerek suku bunga acuannya.

Di tengah kondisi yang tak pasti itu, ada sejumlah peluang investasi yang bisa dilirik.

Head of Corporate Communications Pluang Kartika Dewi mengatakan, para investor juga perlu memperhatikan faktor kembalinya aktivitas perekonomian pasca pelonggaran PPKM dan faktor kampanye tahun politik menyambut pemilu di tahun 2024.

"Momen-momen kunci ini dapat menjadi katalis dalam mendukung rally saham di sektor-sektor berkapitalisasi besar pada semester II-2023 dan memicu pertumbuhan reksa dana saham menjadi lebih agresif. Untuk orientasi investasi ke depan, para investor bisa mempertimbangkan untuk menggunakan momentum potensial ini untuk berinvestasi di reksa dana saham," ujar Kartika dalam keterangan tertulis, Kamis (19/1/2023).

Lewat produk reksa dana yang tersedia, Pluang juga memfasilitasi investor ritel berkontribusi meningkatkan sektor publik lewat UOB Membangun Negeri (UDARi) yang berfokus pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi BUMN.

"Lewat lebih dari lima belas produk reksa dana terbaru yang kami tawarkan, Pluang menyiapkan pilihan aset investasi berdasarkan performa reksa dana tersebut, meliputi market capitalization, return, pertumbuhan aset dan dana kelolaan. UDARi juga merupakan produk investasi reksa dana yang berkontribusi pada pembangunan nasional," jelasnya.

Dalam keterangannya dijelaskan, data terkini KSEI di akhir tahun 2022 menunjukan jumlah investor reksa dana, aset investasi dengan risiko yang relatif rendah, meningkat lebih dari 40% dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah investor reksa dana tahun 2022 sebanyak 9,59 juta, lebih dari 80% proporsi investor tersebut berasal dari fintech.

Di tahun 2022 juga pertumbuhan investor aset reksa dana Pluang terlihat dari peningkatan angka dana kelolaan dan transaksi tahunan sebanyak lebih dari enam kali lipat. Reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap menjadi pilihan utama pengguna Pluang karena dinilai sebagai pilihan investasi jangka panjang yang memberikan return stabil dengan level risiko rendah, setidaknya selama semester I-2023.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT