Bakrie Bangun Pabrik Baja 2007

Bakrie Bangun Pabrik Baja 2007

- detikFinance
Rabu, 09 Agu 2006 16:48 WIB
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan membangun pabrik baja berkapasitas 1 juta ton pada tahun 2007.Hasil produksi baja ini sebesar 30-40 persen akan diserap untuk kebutuhan kelompok usaha Bakrie. Sedangkan sisanya untuk penjualan komersial dalam negeri."Selama ini impor baja Bakrie cukup besar, kami berpikir kenapa tidak memproduksi sendiri. Dengan begini competitiveness seperti produksi pipa Bakrie lebih tinggi," kata Senior Vice President (SVP) Infrastructure Support PT Bakrie & Brothers Tbk, AD Erlanggga.Hal itu disampaikan Erlangga dalam jumpa pers di stan PT Bakrie & Brothers Tbk di acara Pameran Produksi Indonesia (PPI) di arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Rabu (9/8/2006). Erlangga menjelaskan, pabrik ini akan mulai beroperasi pada tahun 2009-2010. Sedangkan pembangunannya memakan waktu 1,5 tahun yang dimulai tahun 2007.Produksi pipanya dalam jenis steel plate dan Hot Rolled Coil (HRC). Sedangkan lokasi pabrik akan dicari yang paling dekat dengan sumber bajanya. Baja hasil pabrik baru ini, nantinya akan disalurkan untuk Bakrie Construction, Bakrie Pipe Industries, SEAPI dan PT Bakrie Corrugated Metal Industry. Selama ini Bakrie mengimpor kebutuhan bajanya dari sejumlah negara.Pangsa pasar pipa Bakrie untuk lokal mencapai 57 persen. Sisanya diekspor ke 24 negara seperti Singapura, Brunei, Malaysia, Cina, dan Korea.Erlangga juga mengakui, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Iran untuk menyuplai pipa secara kontinu."Karena saat ini Iran sedang gencar melakukan proyek minyak dan gas, jadi kita mau kontinu menyuplai pipa untuk Iran," jelasnya.Untuk rencana pembangunan pabrik baja, Erlangga mengaku, pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan penasehat keuangan. Karena perseroan masih melakukan konsolidasi dengan beberapa mitra strategis, mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar.Sementara Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers, Juanita Rohali mengatakan, nantinya penasehat keuangan akan mengkaji pendanaan yang bisa dipakai apakah 20:80 yakni 20 persen ekuitas dan 80 persen utang atau dengan rasio 30:70. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads