Rupiah Tetap Percaya Diri
Kamis, 10 Agu 2006 09:17 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah berpotensi untuk kembali menguat seiring melemahnya dolar AS di pasar global. Pelemahan dolar terjadi setelah Bank Sentral AS menghentikan rangkaian kenaikan suku bunga.Sementara prospek kenaikan suku bunga ke depan masih belum jelas. Namun sejumlah analis memproyeksikan akan ada lagi kenaikan lagi suku bunga AS mengingat risiko inflasi yang masih tinggi. Pada perdagangan Kamis (10/8/2006), rupiah dibuka menguat tipis ke level 9.070/9.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.090 per dolar AS.Bank Indonesia sendiri tampaknya tidak gentar dengan tetap menurunkan suku bunga hingga 50 basis poin menjadi 11,75 persen. Meski telah diturunkan, namun selisih atau spread dengan Fed Fund sebesar 6,5 persen, BI merasa yakini investor tetap berminat menanamkan dananya ke Indonesia.Di pasar global, dolar AS yang semula stabil akhirnya kembali melemah terhadap euro pada perdagangan kemarin. Tercatat euro menguat ke level 1,2860 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2835. Bahkan euro sempat menguat ke 1,2903.Namun terhadap yen Jepang, dolar AS berhasil bertahan di level 115,36 yen, dibandingkan sebelumnya di level 115,38 yen.Menurut dealer seperti dikutip dari AFP, dolar AS melemah terhadap euro setelah The Fed menghentikan kenaikan suku bunga yang mencerminkan pelemahan ekonomi AS.
(qom/)











































