Pemerintah Mulai Respons Rencana Rights Issue Adhi Karya
Kamis, 10 Agu 2006 15:40 WIB
Jakarta - Rencana penawaran saham terbatas atau rights issue PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mulai mendapat respons positif dari pemerintah. Menneg BUMN Sugiharto menilai wajar rencana rights issue tersebut, karena perusahaan sedang membutuhkan tambahan dana untuk memperkuat modal dalam rangka mencari proyek di Timur Tengah."Mereka sedang berusaha untuk masuk ke Timur Tengah untuk masuk proyek skala besar, jadi capital base-nya harus diperkuat. Saya kira itu (rights issue) wajar," kata Sugiharto.Hal itu diungkapkan Sugiharto di sela acara pengumuman pemenang ARA 2005 di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan (Depkeu), Jakarta, Kamis (10/8/2006).Menurut Sugiharto, proses rights issue tersebut masih dalam proses. Selain rights issue, lanjut Sugiharto, Adhi juga bisa mencari sumber pendanaan lain.Mengenai kemungkinan penerbitan obligasi, Sugiharto menyerahkan hal tersebut kepada perusahaan."Bisa saja, tapi itu (obligasi) tergantung strategi Adhi Karya, untuk menyeimbangkan antara modal yang bersifat pinjaman dan modal yang berbasis ekuiti. Belum kita putuskan masih kita pelajari opsi-opsinya," papar Sugiharto.Rencana rights issue Adhi Karya telah digulirkan direksi perusahaan sejak tahun lalu. Semula Adhi Karya berencana melakukan rights issue pada triwulan III-IV 2005 sebesar Rp 600 miliar.Namun rencana tersebut hingga kini belum mendapat persetujuan dari pemerintah yang menguasai mayaoritas saham Adhi Karya. Jika rights issue jadi dilakukan, saham pemerintah kemungkinan akan terdilusi kalau tidak dana untuk membelinya.
(ir/)











































