Plot Pengeboman Inggris
Mata Uang Poundsterling Anjlok
Jumat, 11 Agu 2006 09:11 WIB
Jakarta - Mata uang Poundsterling langsung anjlok hingga level terendahnya dalam sepekan terakhir menyusul digagalkannya plot pengeboman pesawat yang bertolak dari Inggris ke AS.Tercatat pada perdagangan kemarin, pound Inggris anjlok ke level 1,8867 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,9036. Sementara euro juga melemah ke level terendahnya dalam sepekan di 1,2748 dolar."Meningkatnya peringatan soal teroris telah menciptakan gejolak di pasar uang, dan Pound sedikit mengalami aksi jual karenanya," ujar Neil MacKinnon, analis strategis dari ECU Group seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/8/2006).Sementara dolar AS berhasil pulih posisinya terhadap euro menyusul keluarnya data perdagangan AS yang menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi pasar.Data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS menyempit menjadi US$ 64,8 miliar pada Juni. Sementara pada Mei lalu, defisit mencapai US$ 65 miliar.Menurut David Gilmore dari Foreign Exchange Analytics, perbaikan defisit menjadi salah satu alasan untuk membeli dolar. "Dolar mendapatkan keuntungan dari aksi short-covering," ujarnya.Sementara nilai tukar rupiah sendiri tetap stabil pada posisinya. Pada perdagangan Jumat (11/8/2006), rupiah dibuka stabil pada level 9.052/9.057 per dolar AS. Posisi itu berarti nyaris tak bergerak dibandingkan penutupan kemarin di level 9.050 per dolar AS.
(qom/)











































