Astra Otoparts Jadi Korban Serangan Israel
Sabtu, 12 Agu 2006 13:10 WIB
Sukabumi -
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) kini menjadi salah satu korban serangan ganas Israel ke Libanon. Bagaimana tidak, salah satu ekspor terbesar AUTO adalah ke Libanon. Dengan adanya serangan ini, ekspor terhenti."Orang yang mengurusi pasokan kita ke Libanon dihubungi tidak bisa. Bahkan kita terputus sama sekali kontak kesana. Maka kita sama sekali tidak bisa melakukan ekspor," ungkap Presdir Astra Otopart Gustav A. Husein.Ia menyampaikan hal tersebut kepada wartawan disela-sela workshop dengan Forum Wartawan Perindustrian (Forwin) di Lido, Sukabumi, Sabtu (12/8/2006).Sekitar 70 persen tujuan ekspor AUTO adalah ke Timur Tengah yang salah satunya adalah Libanon. Selain ekspor ke Timur Tengah, AUTO juga mengekspor produknya ke Afrika, Australia dan Cina. Untuk menghindari penumpukan barang, kata Gustav, AUTO berniat untuk mengalihkan ekspornya ke Afrika. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kestabilan nilai ekspor. Meski demikian, AUTO tetap mencatat kenaikan ekspor dari Rp 177 miliar pada semester I-2005 menjadi Rp 211 miliar pada semester I-2006. Produk ekspor AUTO ke Libanon antara lain aki merek Incoe dan quantum.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































