Winteq 'Disapih' dari Astra Otoparts Tahun 2008

Winteq 'Disapih' dari Astra Otoparts Tahun 2008

- detikFinance
Sabtu, 12 Agu 2006 16:29 WIB
Sukabumi - Winteq atau Workshop for Industrial Equipment yang selama ini berada di bawah PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan segera memisahkan diri pada tahun 2008.Winteq akan menjadi perusahaan profit center yang berdiri sendiri, namun masih di bawah bendera Astra. Winteq akan berdiri sendiri pada tahun 2008 setelah 200 mesin yang diproduksinya sudah digunakan anak usaha Astra lainnya. Hal tersebut disampaikan Presdir Astra Otopart Gustav A. Husein kepada wartawan disela-sela workshop dengan Forum Wartawan Perindustrian (Forwin) di Lido, Sukabumi, Sabtu (12/8/2006)."Astra akan menjaid testing ground produk kami. Dengan begini, masyarakat punya bukti produk Winteq kompeten dan bereputasi setelah 200 mesin kami dipakai," kata Gustav. Rencananya, Winteq akan membidik costumer based yang artinya produk tidak akan dibuat massal namun tergantung dari pesanan. Gustav mengaku hingga saat ini Winteq belum terlalu pede untuk menjual produknya di luar Grup Astra. Bahkan Winteq memilih untuk tidak mengikuti sejumlah pameran. Yang pasti, Winteq akan berupaya memperbaiki reputasinya agar nanti bisa siap untuk berdiri sendiri pada tahun 2008."Pembeli mesin perkakas adalah pembeli yang rasional. Mereka hanya membeli mesin yang baik di perusahaan yang bereputasi baik, bukan dengan harga yang murah. Mengapa industri mesin perkakas selama 3 tahun terakhir tidak tumbuh baik padahal kebutuhan pasar meningkat, karena kita tidak bisa jeli melihat kebutuhan pasar," jelasnya. Menurut Gustav, industri perkakas adalah sebuah bisnis kepercayaan. Pemasok harus punya kualitas dan pengiriman yang sesuai tenggat waktu. "Karena ini adalah mesin. Kalau mesin rusak, seluruh pabrik berhenti aktivitasnya," katanya.Depperin tengah mengusulkan pemberian insentif keringanan pajak bagi investor yang mau berkecimpung di industri mesin perkakas dengan memberikan insentif keringanan pajak. Hal ini mengingat pemain di industri mesin yang masih sedikit.Atas usulan ini, Gustav menilai tidak terlalu membantu. Pasalnya, insentif itu hanya akan meringankan dari sisi biaya, tapi tidak menjawab masalah. Yang paling utama, lanjut Gustav adalah reputasi dan kompetensi. Astra Otoparts juga berniat untuk merekrut karyawan PT Dirgantara Indonesia. "Di Indonesia kita punya ahli yang idle, misalnya seperti pengajar dan karyawan IPTN. Sayang sekali mereka harus bergerombol. Padahal keahlian mereka sangat dibutuhkan," ujarnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads