Truba Alam Manunggal Listing September
Senin, 14 Agu 2006 09:26 WIB
Jakarta - Perusahaan konstruksi PT Truba Alam Manunggal (TAM) berencana untuk mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta akhir September 2006. Perseroan akan melepas sekitar 5 miliar saham perdana atau setara dengan 38,5% dari modal disetornya. Rencananya berkas persyaratan IPO akan dimasukkan ke Bapepam LK pekan ini. Pernyataan Efektif diharapkan sudah bisa keluar pekan ketiga bulan depan."Harga penawarannya masih menunggu due diligence, target raise fund sekitar Rp 400 miliar," kata Vice President of Investment Bank PT Danatama Makmur Steffen Fang saat dihubungi detikcom, Minggu (13/8/2006). Danatama Makmur Sekuritas bertindak penjamin emisi utama.Menurut Direktur Utama TAM Hadian Iswara, dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk mengembangkan sayap ke bisnis engineering procurement and construction (EPC) dan jasa penyedia energi listrik."Saat ini kami bergerak di bisnis mechanical electrical construction, kedepannya kita berencana untuk mengembangkan diri ke EPC dan power plant," ujar Hadian.Hadian mengatakan permintaan energi listrik akan semakin besar baik untuk kebutuhan pemerintah, swasta dan masyarakat. Untuk itu perseroan berencana untuk ikut serta dalam crash program pemerintah untuk membangun pembangkit 10 ribu MW.Hadian juga menyatakan perseroan akan menggandeng mitra strategis yaitu Chengda dan Shanghai Electric dari Cina serta Mitsubishi Electric dari Jepang untuk masuk ke bisnis barunya ini.Saat ini perseroan juga telah menandatangani MoU untuk membangun dua pembangkit listrik yakni di Lombok dengan kapasitas 2 x 25 MW dan di Bali dengan kapasitas 2 x 100 MW. Nilai investasi kedua proyek itu mencapai US$ 250 juta diperkirakan akan dimulai awal 2007 dan selesai tahun 2008. Untuk IPO ini perseroan menggunakan laporan keuangan per Juni 2006. Tercatat penjualan sekitar Rp 400 miliar lebih dan laba bersih sekitar Rp5-7 miliar. Hingga akhir tahun ini 2006 perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 1,3-1,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp 32 miliar.Steffen menambahkan, Danatama akan memberikan komitmen penuh terhadap proses penjualan saham TAM kepada publik. "Kami berani menjamin penuh saham TAM, mengingat perusahaan ini mempunyai prospek usaha yang bagus ke depannya. Selama ini Danatama telah melakukan underwriting IPO perusahaan-perusahaan yang di sektor industri yang bagus yakni infrastruktur. Selain telekomunikasi, Indonesia saat ini sangat membutuhkan pembangkit listrik," ujarnya.Selain ke pasar domestik, Danatama akan melakukan roadshow ke luar negeri seperti Singapura dan Hongkong.
(qom/)











































