Asumsi Rupiah & SBI APBN 2007 Tidak Nyambung

Asumsi Rupiah & SBI APBN 2007 Tidak Nyambung

- detikFinance
Rabu, 16 Agu 2006 13:51 WIB
Jakarta - Pelaku pasar menilai asumsi rupiah dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang dibuat pemerintah dalam APBN 2007 tidak nyambung.Pemerintah mengasumsikan dalam APBN 2007, rupiah 9.300 per dolar AS dan SBI 3 bulan 8,5 persen. Untuk besaran SBI 3 bulan pada tahun depan dinilai cukup rasional, tapi tidak demikian dengan rupiah.Pasalnya dalam kondisi suku bunga SBI saat ini yang di kisaran 11 persen, rupiah sudah mencapai 9.100 per dolar AS. Sehingga dengan SBI 8,5 persen seharusnya asumsi rupiah bisa lebih baik dibanding saat ini."Kalau asumsi SBI 8,5 persen untuk tiga bulan itu rasional. Tapi kalau rupiah 9.300 itu tidak nyambung. Sekarang saja suku bunga 11 persen, rupiah 9.100," kata Chief Economist Bank International Indonesia (BII) Ferry Latuhihin ketika dihubungi detikcom, Rabu (16/8/2006).Namun dengan asumsi SBI 8,5 persen, Ferry meyakini rupiah akan semakin cantik. Apalagi The Fed juga mulai menahan kenaikan suku bunganya yang tahun depan diperkirakan hanya 6 persen."Sehingga spread (selisih) antara SBI dan The Fed makin mengecil, dan rupiah akan lebih menarik karena orang jadi mengurangi pegang dolarnya,' ujar Ferry.Untuk asumsi harga minyak US$ 65 per barel, Ferry melihat angka tersebut cukup relistis dalam APBN 2007.Menurut Ferry, harga minyak tahun depan kemungkinan akan turun karena faktor permintaan yang mulai berkurang. Ini terjadi karena Cina akan meredam pertumbuhan ekonominya dan AS yang juga akan slowing down.Sedangkan untuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen, Ferry menilai, jika hanya didorong oleh konsumsi, pertumbuhannya tidak akan kuat, sehingga perlu investor asing yang masuk, terutama ke sektor infrastruktur. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads