IHSG Respons Positif Pidato SBY

IHSG Respons Positif Pidato SBY

- detikFinance
Rabu, 16 Agu 2006 16:39 WIB
Jakarta - Pelaku pasar merespons positif nota keuangan APBN 2007 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saham unggulan pun diburu pada hari terakhir transaksi pekan ini.Pada penutupan perdagangan saham Rabu (16/8/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 13,529 poin (0,95%) pada level 1.437,768.Investor merasa optimistis terhadap perekonomian Indonesia yang disampaikan dalam APBN 2007. Yang menjadi pusat perhatian adalah suku bunga SBI 3 bulan yang sebesar 8,5 persen dan inflasi 6,5 persen, karena akan memicu pergerakan sektor rill.Indeks LQ-45 naik 3,482 poin (1,1%) pada level 320,951 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,780 poin (1,49%) pada level 258,038.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 22.916 kali, pada volume 2,841 miliar unit saham, senilai Rp 2,678 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 71 saham naik, 39 saham turun dan 68 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 600 menjadi Rp 13.600, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 11.900, Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 4.725, Ciputra Development (CTRA) naik Rp 60 menjadi Rp 590, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 4.300.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 25 menjadi Rp 3.450, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 760 dan Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 10 menjadi Rp 590.Analis dari BNI Securities Rohma Fitri mengatakan, asumsi pemerintah dalam APBN 2007 tidak over-optimistic. Inflasi 2007 yang dipatok 6,5 persen dinilai cukup wajar, karena tahun depan tidak ada lagi kenaikan tarif listrik dan BBM.Sementara pertumbuhan ekonomi 6,3 persen tahun 2007 juga dinilai realistis karena akan didorong oleh faktor konsumsi. Begitu juga rencana privatisasi yang akan menggairahkan pasar saham. "Kalau untuk hari ini investor sudah antisipasi positif. Investor melihat suku bunga tahun depan single digit sehingga purchasing power akan meningkat," katanya.Pasar saham akan libur hingga Senin 21 Agustus 2006, untuk menyambut Hari Kemerdekaan dan Isra Mi'raj. Merdeka ! (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads