Updated
Lonsum Dapat Pinjaman Sindikasi Bank US$ 150 Juta
Rabu, 16 Agu 2006 17:50 WIB
Jakarta - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar US$ 150 juta dari sejumlah bank. Sindikasi tersebut diberikan oleh tujuh bank dengan Bank Central Asia (BCA) bertindak sebagai lead arranger. Bank lainnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Ekspor Indonesia (BEI), Bank Niaga, Citibank N.A, DBS Bank dan Bank Internasional Indonesia (BII). "Ketujuh bank ini memberikan penawaran pinjaman mencapai US$ 240 juta, namun kita hanya mengambil sesuai keperluan kita sebesar US$ 150 juta," kata Managing Director Finance Lonsum, Bibin Busono dalam konferensi pers di Graha Niaga, Rabu (16/8/2006).Pinjaman tersebut memiliki tingkat suku bunga rata-rata suku bunga Singapore Inter Bank Offered Rate (SIBOR) plus 2,52 persen. Pinjaman sindikasi tersebut akan dijaminkan dengan sebagian besar aset perseroan berupa kebun dan pabrik senilai Rp 1,4 triliun."Penjaminan aset ini sebagai tindak lanjut dari permohonan perseroan untuk mendapatkan pinjaman dan telah disetujui oleh pemegang saham," ujarnya. Pinjaman tersebut akan digunakan Lonsum sebesar US$ 54 juta untuk fasilitas refinancing dengan jangka waktu 5 tahun. Sebesar US$ 81 juta untuk fasilitas kredit investasi dengan jangka waktu 5 tahun dan tenggang waktu 2 tahun. Sementara sisanya sebesar US$ 15 juta diperuntukkan bagi modal kerja untuk jangka waktu 1 tahun. Porsi dana pinjaman investasi akan digunakan untuk perluasan kebun dan penanaman baru dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) seluas 160 ribu hektar sebesar US$ 45 juta. Kemudian pembangunan 2 pabrik baru di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Serta relokasi 2 pabrik di Lahat Sumatera Selatan senilai US$ 20-25 juta.Lonsum juga akan membangun infrastruktur pendukung seperti perumahan, jembatan, air bersih, transportasi serta alat berat dan sistem yang mendukung proses bisnis senilai US$ 10-15 juta."Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kepastian operasional kebun dengan biaya rendah. Rencananya kami akan membangun 4.500 rumah," tutur Bibin. Bibin mengatakan, dengan pembangunan 2 pabrik baru yang mempunyai total produksi masing-masing sebesar 40 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Maka, total produksi Lonsum akan bertambah menjadi 340 ton TBS per jam."Saat ini total produksi kami sebesar 260 ton TBS per hari," katanya.
(ir/)











































