Jelang RUPSLB XL (1)
Gemilang Saat Organisasi Pincang
Rabu, 23 Agu 2006 10:38 WIB
Jakarta - Sebuah organisasi yang pincang tak selamanya menghasilkan kinerja yang goyang. Misalnya saja PT Excelcomindo Pratama Tbk. Di tengah kepincangan organisasi karena ditinggalkan CEO-nya, toh XL tetap mampu mencetak laba yang gemilang.Dan nantinya, siapapun yang bakal ditunjuk menjadi CEO PT Excelcomindo Pratama Tbk dlaam RUPSLB 1 September mendatang adalah orang yang beruntung. Karena diperkirakan sampai akhir 2006, XL bakal melampaui target Rencana Kerja Anggaran Pendapatan (RKAP). Ini bisa dilihat dari perfoma XL pada semester I2006 yang sudah dipublikasikan. Pada paruh pertama tahun 2006, XL telah membukukan pendapatan usaha bruto (gross revenue) sebesar Rp 2,571 triliun atau hampir separuh dari target pendapatan yang dipatok. Angka ini merupakan peningkatan 50 persen dari periode yang sama tahun 2005. "Kami puas dengan pencapaian XL di semester 1 tahun 2006," ungkap YBhg Tan sri Dato' Ir Muhammad Radzi Haji Mansor, Presiden Komisaris XL, yang juga merupakan Chairman Telekom Malaysia beberapa waktu yang lalu. Selain itu, pangsa pasar XL juga meningkat menjadi 15 persen pada semester I-2006, dari 10 persen pada periode yang sama pada tahun 2005. Uniknya, kinerja seperti ini dicapai XL justru dalam kondisi organisasi yang kurang sempurna. Seperti diketahui, pada akhir Februari lalu, CEO XL, Christian Manuel de Faria, yang merupakan representasi TM, menyampaikan pengunduran dirinya. Meski pemegang saham pengendali baru menyetujuinya pada RUPS XL akhir Mei lalu, namun praktis per Maret secara de facto XL sudah "tanpa" CEO. Dan tampaknya Telekom Malaysia (TM) sebagai pemegang saham mayoritas tidak menunjuk pejabat pelaksana tugas sebagai CEO. Itu artinya, tanggung jawab CEO dipikul merata oleh direksi yang ada. Dan jalan dengan bagus.Pencapaian kinerja yang cukup konstan setelah ditinggalkan CEO-nya, boleh jadi merupakan prestasi tim direksi XL saat ini. Namun tidak demikian di mata TM sebagai pemegang saham mayoritas XL. Buktinya, untuk menggantikan Christian, TM memilih calon CEO bukan dari dalam. Kandidat yang dimunculkan adalah Hasnul Suhaimi, yang mengundurkan diri sebagai Dirut Indosat. Hasnul sendiri kini sudah 'pemanasan' di TM dengan menjadi Business Advisor di Telekom Malaysia, perusahaan yang menjadi induk XL.Pilihan TM ini memang cukup mengejutkan. Beberapa pengamat menilai pemegang saham mayoritas kurang menghargai tim direksi XL yang ada saat ini. Namun XL sendiri hingga kini masih tutup mulut soal kehadiran mantan orang nomor satu di Indosat itu. Head of Corporate Communications XL Ventura Elisawati beberapa waktu lalu, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian apakah Hasnul memang akan menempati posisi puncak di XL. "Nanti posisinya di XL bagaimana, saya belum tahu. Belum ada agenda khusus (soal Hasnul-red)," ujar Ventura 11 Agustus lalu.XL sendiri ke depan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persaingan bisnis telekomunikasi yang sengit plus kondisi perekonomian yang belum pulih membuat manajemen XL harus pandai-pandai meningkatkan kinerja yang kini sudah sangat apik.RUPSLB 1 September mendatang mengagendakan penyempurnaan organisasi XL yang kini sedang "pincang". Namun apakah dengan kesempurnaan organisasi nantinya XL akan tetap mengukir prestasi? Kita nantikan bersama-sama.
(bdi/)











































