Siapa Orang Pilihan Telekom?

Jelang RUPSLB XL (2)

Siapa Orang Pilihan Telekom?

- detikFinance
Rabu, 23 Agu 2006 11:45 WIB
Jakarta - RUPSLB PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) tampaknya akan menjadi RUPSLBB alias RUPS Luar Biasa Banget. Sang induk yakni Telekom Malaysia (TM) akan menunjuk sang nahkoda XL. Siapa pilihannya?RUPS ini akan juga bertambah istimewa karena tampaknya tidak akan dihadiri oleh tiga direksi XL yang justru selama ini telah memberi sumbangsih tidak kecil bagi kinerja XL.Setelah sebelumnya Christian Manuel de Faria mundur sebagai CEO, langkah tersebut tampaknya akan segera diikuti oleh CFO XL Jaffa bin Sany. Mantan CFO grup TM ini kabarnya juga akan segera mundur dari XL. Direktur Corporate Affair XL Rudiantara pun kabarnya juga akan mengikuti jejak dua rekannya. Rudiantara saat dikonfirmasi hal ini tidak membantah ataupun mengiyakan."Saya memang sering diisukan," cetus Rudiantara saat dikonfirmasi detikcom beberapa waktu lalu perihal kepergiannya dari XL ke Semen Gresik.Christian beralasan mundur dengan alasan pribadi pada Mei lalu. Sementara Rudiantara kabarnya mundur karena tidak sreg dengan kehadiran Hasnul Suhaimi yang kini sudah menjadi anggota keluarga TM.Mengutip majalah Prospektif beberapa waktu lalu, Hasnul Suhaimi, yang saat itu masih menjadi presdir Indosat secara implisit mengakui bahwa dia mendapat tawaran dari TM untuk memimpin XL. Berikutnya Hasnul pun mundur dari posisi Presdir Indosat.Terakhir, Hasnul sudah nampak berkantor di Graha XL kawasan Mega Kuningan. Ketika beberapa wartawan sempat menemuinya, Hasnul menyebutkan posisi barunya sebagai Business Advisor TMI. Apakah ini batu loncatan Hasnul untuk masuk ke XL? Jika benar, artinya Hasnul pindah kapal, dari kapal besar ke kapal kecil. Namun, sebagai nahkoda, ombak yang dihadapi Hasnul tidaklah sebesar saat mengendalikan Indosat. Karena, selama ini, XL relatif stabil perjalanannya. Secara kuantitatif bisa dilihat ihtisar keuangan yang diambil dari laporan keuangan XL dan Indosat di posisi triwulan 1 th 2006 (dibandingkan dengan posisi triwulan 1 th 2005).Selama triwulan I-2006, XL mencatat kenaikan laba bersih hingga 100 persen atau dari rugi Rp 3 triliun menjadi untung RP 355 triliun. Pendapatan kotornya pun melonjak 42 persen menjadi Rp 1,2 triliun.Sementara Indosat mencetak kenaikan laba dalam jumlah yang lebih yakni sebesar 35,8 persen menjadi Rp 383,9 miliar. Sementara pendapatan kotornya hanya naik 3 persen menjadi Rp 2,899 triliun. Target pemegang saham mayoritas XL cukup jelas. Dato Wahid, CEO TM dalam wawancara khusus dengan beberapa wartawan Indonesia termasuk detikcom di Singapura beberapa waktu lalu mengakui, bahwa XL sangat strategis bagi TM. Karena di XL lah investasi terbesar TM di luar Malaysia. Dari data di atas, kepentingan bisnis TM sudah dipenuhi oleh manajemen XL yang tanpa nahkoda itu. Secara operasional pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh CEO baru XL hanyalah memastikan bahwa operasional perusahaan pada paruh ke 2 tahun 2006 berjalan lancar, dan target tercapai. Dan tampaknya itu tidaklah susah, karena dalam perjalanannya selama ini, XL adalah perusahaan yang relatif kalis gejolak, sekalipun pimpinan puncaknya kerap berganti, dan struktur organisasinya pun kerap berubah. Namun, secara non-operasional, tampaknya tugas itu menjadi tidak mudah jika memang kabar dua direksi XL yakni Rudiantara dan Jaffa betul-betul mundur. Pasalnya, mereka selama ini memberi sumbangsih yang tidak kecil bagi kinerja XL yang cukup gemilang.Yang menjadi pertanyaan di kalangan praktisi Telekomunikasi, ada apa sebenarnya dengan TM, yang dalam kurun setengah tahun, 2 representasinya mundur. Juga Rudiantara --jika benar dia mundur--orang yang mengiringi jatuh bangunnya XL hingga menjadi perusahaan publik pada 2005.Dengan kondisi yang seperti ini sebenarnya TM masih cukup punya waktu untuk memilih CEO untuk XL yang tepat sesuai kepentingannya. Nah, apakah Hasnul akan pilihan yang tepat? (bdi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads