Apac Citra Investasi Mesin Tekstil Hingga US$ 30 Juta

Apac Citra Investasi Mesin Tekstil Hingga US$ 30 Juta

- detikFinance
Rabu, 23 Agu 2006 14:48 WIB
Jakarta - Perusahaan tekstil terpadu, PT Apac Citra Centertex Tbk (ACC) menganggarkan investasi sebesar US$ 20-30 juta dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Investasi ini akan digunakan untuk peremajaan mesin-mesin tekstil di anak usaha PT Apac Inti Corpora (AIC). Investasi ini akan dibiayai dari pinjaman bank. "Investasi ini akan kita mulai bulan depan dan kita akan cari pinjaman bank lokal," kata Direktur Keuangan Apac Citra Anas Bahfen pada acara paparan publik di Plasa BIP, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/8/2006).Menurutnya, langkah peremajaan ini disebabkan mesin-mesin yang dioperasikan perseroan saat ini sudah tidak lagi ekonomis akibat sudah berumur lebih dari 20 tahun. Selain itu, AIC memiliki keunggulan infrastruktur industri tekstil terpadu berskala besar dengan kompetensi dan potensi yang ideal untuk dikembangkan menjadi industri tekstil terpadu modern di masa depan. Mesin-mesin yang lama ini nantinya akan direkondisi dan dijual. Hasil dari penjualan mesin ini akan digunakan untuk investasi saham di perusahaan-perusahaan garmen.Sementara Dirut ACC, Benny Sutrisno menambahkan, langkah tersebut juga seiring dengan strategi perseroan yang menjadi perusahaan induk (holding company). Sehingga, seluruh kegiatan operasional pabrik garmen ACC akan dihentikan secara bertahap. Apalagi, kinerja bisnis garmen perseroan ini terus merosot dan merugi selama lima tahun terakhir ini. Kontribusi penjualan terhadap penjualan konsolidasi perseroan mengalami penurunan dari 2,2 persen pada tahun 2001 menjadi 0,13 persen pada tahun 2005.PenjualanUntuk target penjualan diperkirakan sebesar US$ 240-250 juta pada tahun 2006 atau tumbuh sekitar 8,7 persen dibanding tahun lalu sebesar US$ 230 juta. Perseroan juga menargetkan membukukan laba bersih di akhir tahun jika kurs tetap stabil seperti saat ini. "Berdasarkan kinerja per Juni 2006 kita targetkan penjualan sekitar US$240-250 juta pada tahun ini," kata Anas Hingga Juni 2006 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 1,066 triliun atau turun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,161 triliun. Dengan adanya efisiensi usaha, perseroan mampu membukukan laba usaha sebesar Rp 6,956 miliar dibanding tahun lalu yang rugi usaha sebesar Rp1,647 miliar.Apalagi dengan adanya laba kurs sebesar Rp 52,998 miliar dibanding tahun lalu yang rugi kurs sebesar Rp 41,941 miliar, perseroan bisa membukukan laba bersih sebesar Rp 7,074 miliar dibanding tahun lalu yang rugi bersih sebesar Rp 26,335 miliar. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads