CEO Telekom: XL Sangat Penting
Kamis, 24 Agu 2006 09:04 WIB
Jakarta - Telekom Malaysia (TM) akan menjadikan Indonesia sebagai batu pijakan untuk menguasai bisnis telekomunikasi regional. Sehingga, posisi anak usahanya di Indonesia yakni PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) akan menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang TM di regional."Untuk bisa sukses di regional, TM harus sukses di Malaysia dan negara yang dekat dengan Malaysia yaitu Indonesia," kata CEO TM International, Yusof Annuar Yaacob dalam perbincangan khusus dengan sejumlah wartawan di Hotel Mulia, Rabu (23/8/2006) malam.Ke depan, TM akan fokus pada pengembangan bisnis telekomunikasi di Asia karena kawasan ini dipandang memiliki prospek yang cerah. Hal ini karena negara di kawasan Asia baru membuka sektor komunikasinya dan mencatat pertumbuhan PDB yang sangat pesat.Selain itu, XL memiliki posisi yang penting bagi TM karena basis pelanggannya yang terbesar dibanding delapan negara lain di luar Malaysia tempat TM beroperasi.Saat ini XL memiliki 9,2 juta pelanggan dan merupakan pemain ketiga terbesar telekomunikasi di Indonesia."Di luar Malaysia, XL adalah satu-satunya perusahaan Telekom Malaysia yang memiliki pelanggan terbesar. Jadi XL sangat penting bagi kami," ujar Yusof.Ia menambahkan, pasar Indonesia masih sangat potensial karena penetrasi telekomunikasi saat ini baru sekitar 30 persen. "Kami berinvestasi cukup besar di XL, sehingga kami ingin imbal balik yang lebih besar lagi. Bisnis telekomunikasi adalah bisnis jangka panjang," imbuhnya.Saat ini TM telah beroperasi di 9 negara di Asia dan sebagian Afrika melalui anak perusahaan an afiliasinya. Sembilan negara itu adalah Kamboja, Srilanka, Pakistan, Banglades, Indonesia, Malawi, Republik Guinea, India, Iran, Singapura dan Thailand.Jumlah pelanggan TM melalui anak perusahaannya juga meningkat sangat signifikan. Jika pada tahun 2001 hanya mencapai 500 ribu, maka saat ini jumlah pelanggan TM di luar Malaysia telah mencapai 16 juta pelanggan. Jika ditambah pelanggan dari Malaysia, total pelanggan TM mencapai 23 juta.
(qom/)











































