TM Tak Mau Tambah Saham di XL

Porsi Publik Ditingkatkan

TM Tak Mau Tambah Saham di XL

- detikFinance
Kamis, 24 Agu 2006 09:50 WIB
Jakarta - Meski memandang posisi PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) sangat penting, namun Telekom Malaysia (TM) tidak berniat untuk menambah kepemilikannya. Telekom secara perlahan justru ingin menambah porsi kepemilikan publik di XL."Kami cukup nyaman memiliki sekitar 60 persen saham," ujar CEO TM International, Yusof Annuar Yaacob dalam perbincangan khusus dengan sejumlah wartawan di Hotel Mulia, Rabu (23/8/2006) malam.Komposisi pemegang saham XL saat ini adalah TM (59,67 persen), Khazanah Nasional Berhard (16,81 persen), PT Telekomindo Primabhakti (15,97 persen), AIF (Indonesia) Limited (7,38 persen), karyawan dan publik (0,16 persen). TM menguasai saham XL melalui anak usahanya yakni Indocel Holding Sdn Bhd, yang dikhususkan untuk menangani investasi internasionalnya.Yusof mengakui bahwa kontribusi XL terhadap pendapatan TM saat ini relatif lebih rendah dibanding negara lain tempat TM beroperasi. Kontribusi tertinggi bagi TM berasal dari anak perusahaannya Dialog Telekom di Srilanka yang 89,85 persen sahamnya dimiliki oleh TM. Kontributor terbesar lainnya adalah Aktel Bangladesh yang 70 persen sahamnya dimiliki TM. Meski demikian, tegas Yusof, peningkatan kontribusi XL ke TM tidak akan dilakukan melalui penambahan saham. "Kontribusi akan ditingkatkan dengan mengembangkan usaha XL," tegasnya. Telekom Malaysia juga tidak berencana untuk berinvestai di perusahaan lain di Indonesia. Penambahan Saham Publik XLYusof menambahkan, TM justru akan terus melepas sebagian porsi sahamnya ke publik guna meningkatkan likuiditas. TM sudah berkomitmen kepada BEJ untuk meningkatkan likuiditas dengan melepas saham XL yang dimiliki TM pada jumlah tertentu. "Kita akan usahakan likuiditas, tapi beberapa waktu terakhir pasar sedang lesu sehingga tidak cocok untuk melepas," kata Yusof tanpa merinci persentase saham yang akan dilepas ke publik. Otoritas bursa sebelumnya telah meminta dua pemegang saham utama XL untuk menambah porsi kepemilikan publik. Hal ini dikarenakan harga saham XL langsung melonjak dari Rp 2.000 saat IPO, menjadi Rp 4.625. Hal itu disebabkan karena ketidakseimbangan antara permintaan dan jumlah saham XL di publik.Harga saham Xl sendiri sudah berangsur-angsur pulih ke Rp 2.125, setelah pemegang saham berkomitmen menambah kepemilikan publik. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads