Asialink Kuasai 58% Saham Modern Photo

Asialink Kuasai 58% Saham Modern Photo

- detikFinance
Kamis, 24 Agu 2006 16:05 WIB
Jakarta - Perusahaan Singapura Asialink Electronics Pte Ltd akan menjadi pemegang saham mayoritas di PT Modern Photo Tbk. Asialink akan menjadi pemilik 58,31 persen saham melalui mekanisme konversi utang ke saham (debt to equity swap) yang akan dilakukan Modern Photo dalam rangka restrukturisasi utang.Untuk itu Modern Photo akan melakukan penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk dikonversikan dengan seluruh utang perseroan kepada Asialink sebesar US$ 20,724 juta. Rencana restrukturisasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB 29 September mendatang."Konversi tersebut merupakan hasil dari restrukturisasi utang yang disepakati antara perseroan dan kreditor, Asialink Electronics Pte Ltd, sebagaimana tertuang dalam restructuring agreement tanggal 4 Agustus 2006," kata Direktur Modern Photo Donny Sutanto dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (24/8/2006).Dengan restrukturisasi ini perseroan akan mengurangi jumlah utang dan beban bunga yang dipikul. Struktur permodalan perseroan juga akan menjadi lebih kuat."Restrukturisasi utang ini merupakan suatu langkah perbaikan yang sangat diperlukan perseroan, yang saat ini membutuhkan modal kerja untuk melakukan pengembangan produk-produk baru termasuk diversifikasi produk serta pengembangan usaha," ujarnya.Utang dolar Modern Photo akan dikonversi ke rupiah dengan kurs 9.000 per dolar AS, sementara harga konversi adalah Rp 500 per lembar saham. Sehingga perseroan akan menerbitkan 373,048 juta saham baru tanpa HMETD.Usai restrukturisasi jumlah saham perseroan akan meningkat dari 266,769 juta lembar menjadi 639,817 juta lembar. Modal ditempatkan dan disetor Modern Photo juga meningkat dari Rp 133,384 miliar menjadi Rp 319,906 miliar. Demikian juga modal dalam portepel yang naik dari Rp 66,615 miliar menjadi Rp 280,091 miliar.Kepemilikan saham publik yang sebelumnya sebesar 53,07 persen akan terdilusi menjadi 22,12 persen, kepemilikan PT Inti Putra Modern sebanyak 41,12 persen terdilusi menjadi 17,15 persen dan kepemilikan PT Inti Linda Sihaja sebesar 5,81 persen menjadi 2,42 persen.Per 30 Juni 2006 perseroan membukukan penjualan bersih Rp 546,489 miliar dan masih mencatat rugi bersih Rp 6,36 miliar. Saat ini harga saham berkode MDRN tercatat Rp 260 per saham. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads