IHSG Terseret Rupiah dan Bursa Regional
Kamis, 24 Agu 2006 16:30 WIB
Jakarta - Pasar saham masuk ke teritori negatif menyusul melemahnya rupiah dan anjloknya bursa global dan regional.Pada penutupan perdagangan Kamis (24/8/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9,147 poin (0,64%) pada level 1.429,484.Investor melakukan aksi ambil untung dengan menggunakan momentum pelemahan rupiah yang Kamis sore ini turun 30 poin ke level 9.135 per dolar AS.Mata uang rupiah melemah mengikuti mata uang global, karena kekhawatiran investor bahwa The Fed akan menaikkan kembali suku bunga dalam rapat 20 September nanti, karena masih belum baiknya perekonomian AS. Indeks LQ-45 turun 2,845 poin (0,89%) pada level 318,020 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,518 poin (1,37%) pada level 253,619.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 18.848 kali, pada volume 3,180 miliar unit saham, senilai Rp 1,962 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 34 saham naik, 72 saham turun dan 75 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 11.400, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 250 menjadi Rp 5.550, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 4.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 125 menjadi Rp 3.475 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 12.650.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 4.400, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 60 menjadi Rp 1.160 dan Bank Niaga (BNGA) naik Rp 10 menjadi Rp 680.
(ir/)











































