Menneg BUMN: Harga Wajar Saham PGN Rp 18.000

Menneg BUMN: Harga Wajar Saham PGN Rp 18.000

- detikFinance
Rabu, 30 Agu 2006 14:20 WIB
Jakarta - Pemerintah belum akan melakukan divestasi lanjutan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) karena harga saat ini sedang turun.Pemerintah akan menunggu momentum yang pas untuk melakukan secondary offering ini."Harga sahamnya sedang turun Rp 12.000 dari Rp 14.000, harga wajar kan Rp 18.000 kalau nggak salah itu ada beberapa analis. Kita tunggu momentum yang agak pas. Tapi dalam kuartal empat ini September, Oktober, November, Desember, akan dilaksanakan," kata Menneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikan Sugiharto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (30/8/2006). Sugiharto menolak menjelaskan berapa jumlah saham yang akan dilepas nanti dengan alasan masih dalam penghitungan."Ya masih dihitung, begini kan dalam artian ada rencana konversi saham dari bagian pemerintah yang ada dalam prospektus. Itu juga secara pararel diajukan ke Menkeu," katanya.Menurut Sugiharto, untuk divestasi lanjutan ini pemerintah tidak repot karena sahamnya sudah tercatat di pasar, sehingga tidak sulit untuk mencari penjamin emisinya."Jadi saya pikir nanti tidak terlalu spesifik, penawaran tertinggi kalau memang itu block sale," ujar Sugiharto.Metoda yang akan dipilih, lanjut Sugiharto, masih akan dipertimbangkan karema harus dikonsultasikan dengan komite privatisasi yang dibentuk Menko Perekonomian."Kita lihat mana opsi yang paling baik. Yang paling penting memenuhi target pemerintah, syukur-syukur melebihi," katanya.Pemerintah dikabarkan akan melakukan divestasi lanjutan PGN sebesar 5,31 persen atau 185,8 juta saham dengan harga Rp 12.500 per saham.Sementara pada penutupan sesi I, Rabu (30/8/2006) saham PGN turun Rp 250 ke level 12.250. Harga tertinggi saham PGN pernah mencapai Rp 13.950 per saham. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads