Bumi Tak Konsisten Soal Harga Penjualan Anak Usahanya
Rabu, 30 Agu 2006 16:52 WIB
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 17 Maret 2006 mengumumkan penjualan lima anak usahanya kepada PT Borneo Lumbung Energi senilai US$ 3,25 miliar. Namun kini Bumi mengaku harga tersebut sebenarnya belum final dan bisa berubah dan harga tergantung hasil due diligence dan perjanjian jual beli ."Itu hanya harga penawaran," kata Ari Hudaya dalam paparan publik di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (30/8/2006).Ari mengaku harga tersebut belum final. Namun yang menjadi pertanyaan investor kenapa sejak awal penjualan tersebut diumumkan US$ 3,25 miliar dan tidak pernah ada revisi.PT Borneo membeli lima anak usaha Bumi yaitu saham Kaltim Prima Coal (KPC) 95 persen, saham PT Arutmin Indonesia 99,99 persen, saham PT Indocoal Kalsel Resources 99,99 persen, saham PT Indocoal Kaltim Resources 99,99 persen dan 100 saham Indocoal Resources (Cayman) Limited.Namun pada 24 Agustus 2006, manajemen Bumi menyatakan pembatalan penjualan anak usaha karena negosiasi yang tidak ketemu dengan pihak Borneo.Dalam paparan publik Ari menjelaskan, kesepakatan kedua pihak untuk membatalkan transaksi akibat tidak tercapainya kesepakatan atas harga penjualan final.Namun Ari menolak menjelaskan kenapa kesepakatan tersebut tidak tercapai.Sementara dari penjelasan pihak yang mengetahui transaksi ini, mengatakan batalnya penjualan tersebut Borneo menawar lebih rendah dari penawaran awal yakni sebesar US$ 2,8 miliar.Penawaran Borneo tersebut didasarkan pada uji kelayakan (due diligence) yang dilakukan Borneo. Dikatakan, perubahan harga tergantung due diligence tercantum dalam perjanjian jual beli antara Bumi dan Borneo.Ari Hudaya sendiri menegaskan sejak awal pihaknya mengatakan US$ 3,25bukan harga final. "Baca perjanjiannya dulu," cetus Ari.Padahal dalam siaran pers Bumi tanggal 17 Maret lalu disebutkan Bumi menandatangani perjanjian jual beli senilai US$ 3,25 miliar. Tidakdisebutkan isi perjanjian yang mengatakan harga masih bisa berubah.
(ir/)











































