Pasar Saham Teropong Inflasi

Pasar Saham Teropong Inflasi

- detikFinance
Jumat, 01 Sep 2006 09:59 WIB
Jakarta - Pelaku pasar saham berharap inflasi Agustus yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini bisa terkendali dibawah 1 persen untuk mengukur kembali transaksi sahamnya.Jika inflasi terjaga akan membuat Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga yang akan berpengaruh positif ke lantai bursa.Pada perdagangan saham pukul 09.55 JATS, Jumat (1/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,732 poin (0,4%) pada level 1.436,994.Investor akan melakukan pembelian terbatas terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, seperti perbankan terkait dengan prediksi stabilnya inflasi.Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (31/8/2006), IHSG menguat 6,037 poin (0,424%) ke level 1.431,262 yang didorong oleh saham PGN. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas. BNI SecuritiesPelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan menjadi kendala bagi penguatan nilai tukar rupiah. Namun, sentimen positif berupa antisipasi data inflasi bulan Agustus serta ekspektasi penurunan BI rate diharapkan mampu menahan penurunan indeks. Kisaran pergerakan indeks berada pada rentang 1.418 - 1.435, dengan rekomendasi jual saham ISAT Bhakti SecuritiesMomentum pengumuman angka inflasi Agustus akan menjadi penentu arah pergerakan indeks pada hari ini. Konsensus memperkirakan angka inflasi bulan Agustus berada diantara 0,20% - 0,65% (MoM) dan 14,70% - 15,27% (YoY). Kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran 1,415 - 1,445. Kami rekomendasi beli untuk saham-saham GGRM dan CTRA. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads