Asahimas Jual Dua Gudang Rp 25 M

Asahimas Jual Dua Gudang Rp 25 M

- detikFinance
Selasa, 05 Sep 2006 13:08 WIB
Jakarta - PT Asahimas Flat Glass Tbk, anak usaha Asahi Glass Co. Ltd Japan akan melakukan penjualan dua pabrik di Surabaya dan Solo. Diharapkan penjualan dua pabrik ini bisa meraup dana Rp 25 miliar."Di tengah keterbatasan cashflow, perseroan akan menjual depo di Surabaya dan Solo karena sudah nggak optimal lagi," kata Investor Relation Asahimas Flat Rusli Pranadi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (9/5/2006).Menurutnya, penjualan tersebut tengah diproses dan diharapkan bisa rampung sebelum akhir tahun ini. Pranadi mengatakan, perseroan kemungkinan juga akan menjual aset-aset yang tak produktif lagi seperti apartemen.Sementara terkait dengan kinerja usaha, Pranadi menambahkan, perseroan mengalami kinerja yang berat seiring dengan melemahnya bisnis otomotif. "Dengan adanya kenaikan harga BBM, kita ikut terpukul karena produk kita jadi nggak terserap oleh industri otomotif maupun konstruksi yang juga berat. Sementara, kita juga nggak bisa menaikkan harga jual produk," jelasnya.Selama semester pertama 2006, Asahimas Flat Glass membukukan laba bersih sebesar Rp 12,7889 miliar atau merosot sekitar 90,63 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 135,51 miliar. Laba per saham juga ikut turun dari Rp 312 menjadi Rp 29. Hal ini seiring dengan turunnya kinerja penjualan bersih menjadi sebesar Rp 740,78 miliar per Juni 2006 dibanding tahun lalu sebesar Rp 846,36 miliar. Direktur Asahimas Glass Takashi Nomura dalam penjelasannya ke BEJ di Jakarta mengatakan, penurunan nilai penjualan ini terutama disebabkan oleh turunnya volume penjualan domestik dari 96 ribu ton menjadi 59 ribu ton yang berasal dari permintaan segmen kaca otomotif. "Di sisi lain, tingginya biaya produksi dan biaya operasi perseroan akibat kenaikan signifikan harga BBM industri tahun 2005 yang lalu tidak dapat diimbangi oleh kenaikan harga jual, karena persaingan yang ketat dan melemahnya daya beli masyarakat sebagai dampak kenaikan BBM," ujarnya.Kondisi ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini, penjualan Asahimas diperkirakan turun sekitar 12-13 persen. Padahal, pada awal tahun perseroan memproyeksikan penjualan 2006 tumbuh sekitar 10 persen dari akhir tahun 2005.Selain itu, ke depannya perseroan juga berencana untuk beralih ke gas dari minyak untuk menekan biaya energi. Saat ini biaya energi minyak mencapai 25 persen lebih dari total biaya produksi perseroan. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads