BI Rate Turun
Pasar Saham Bakal 'Kebanjiran'
Selasa, 05 Sep 2006 14:28 WIB
Jakarta -
Pasar saham berpeluang kebanjiran investor terkait tren penurunan BI Rate. Perpindahan itu dilakukan investor untuk mendapat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi di pasar saham."Penurunan BI Rate akan diikuti oleh penurunan suku bunga deposito sehingga investor akan berpindah mencari yield yang lebih tinggi ke pasar saham," kata analis dari Bhakti Capital Budi Ruseno saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (5/9/2006).Menurutnya, penurunan BI Rate telah diantisipasi pelaku pasar karena inflasi yang terkendali tahun ini. Sehingga BI rate berpeluang turun ke level yang lebih rendah lagi.Selain faktor kondisi ekonomi makro dalam negeri yang stabil, faktor eksternal juga mendorong penurunan BI rate antara lain kemungkinan The Fed yang tidak agresif menaikkan suku bunga dan harga minyak dunia yang juga mulai stabil.Sementara analis dari BNI Securities Rohma Fitri, penurunan BI Rate tidak akan mencapai titik 10 persen diakhir tahun. Tren penurunan akan mulai melambat untuk mengimbangi peningkatan inflasi menjelang puasa, lebaran dan natal. Penurunan BI Rate diprediksi hanya akan sampai 10,5-11 persenSesuainya ekspektasi pelaku pasar juga berakibat pada kemungkinan terjadinya profit taking dan short term trading. "Begitu inflasi turun kamerin, pelaku pasar banyak yang sudah membeli sehingga begitu ekspektasi sesuai mereka melakukan profit taking," ujar Rohma. Saham-saham yang akan terdongkrak penurunan suku bunga antara lain saham perbankan, otomotif, properti.Pergerakan saham hari ini diprediksi akan bergerak mixed dengan titik resisten IHSG di 1487 dan 1500 sedangkan titik support IHSG di titik 1451 dan 1420.
(qom/)










































