Saham Bank Permata Jalan di Tempat
Rabu, 06 Sep 2006 11:25 WIB
Jakarta -
Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali ditransaksikan, setelah pada Selasa kemarin (5/9/2006) disuspensi terkait proses divestasi 25,9 persen saham milik pemerintah.Harga divestasi mencapai Rp 875 per saham atau lebih tinggi 10,75 persen dari penutupan sebelum disuspensi Senin (4/9/2006) di level Rp 790 per saham.Namun tingginya harga divestasi tersebut belum berimbas ke transaksi saham Bank Permata hari ini di lantai bursa. Sejak pembukaan perdagangan pukul 09.30 JATS Rabu (6/9/2006) saham Bank Permata jalan di tempat di level Rp 790.Sedangkan pada perdagangan pukul 11.00 JATS, saham berkode BNLI ini justru turun Rp 10 ke level Rp 780 per saham."Responsnya belum terlihat hari ini, karena saham perbankan juga banyak yang turun. Tapi untuk jangka panjang setidaknya akhir tahun ini atau awal tahun depan harga saham di bursa bisa menyamai harga divestasi," kata analis dari BNI Securities, Rohma Fitri ketika dihubungi detikcom, Rabu (6/9/2006).Menurut Fitri dengan dikuasainya Bank Permata oleh pemegang saham lama yakni Standard Chartered Bank (SCB) dan PT Astra Internasional Tbk hingga 89,1 persen, memang akan membuat likuiditas saham Bank Permata berkurang."Namun secara valuasi saham ini berpotensi naik hingga lebih dari Rp 1.000," ujar Fitri.Fitri menilai tingginya penawaran dari SCB dan Astra, lebih karena keduanya ingin memenangi divestasi untuk menambah jumlah saham yang sebelumnya masing-masing sebanyak 31,6 persen. "Karena SCB dan Astra ingin menjadi pengontrol yang lebih besar di Bank Permata, sehingga mereka berani menawar harga tinggi. Ini juga kesempatan mereka membeli dalam porsi yang besar karena kalau ingin menambah saham melalui pasar sangat sulit," papar Fitri.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































