Spin-Off Lapindo Dikhawatirkan Timbulkan Masalah Hukum
Rabu, 06 Sep 2006 12:22 WIB
Jakarta - Pelaku pasar mengkhawatirkan spin-off (pelepasan) Lapindo Brantas Inc anak usaha dari PT Energi Mega Persada Tbk akan menimbulkan permasalahan hukum, yang justru akan memberikan ketidakpastian terhadap investor yang memegang saham Energi.Spin-off ini dilakukan oleh Energi sebagai upaya mengurangi beban yang tinggi akibat kasus meluapnya sumur Lapindo yang membebani keuangan Energi."Sebaiknya BEJ memanggil direksi Energi untuk memberikan kejelasan kalau tidak pasti sahamnya bisa berpotensi disuspensi lagi," kata Edwin Sinaga, dari Kuo Capital Raharja ketika dihubungi detikcom, Rabu (6/9/2006).Edwin mengingatkan, kemungkinan munculnya sengketa hukum terkait dengan pengalihan pertangungjawaban serta ganti rugi terhadap korban semburan lumpur Lapindo. Menurutnya, harus ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab setelah spin-off dilakukan. Sehingga ke depan tidak ada lagi lempar tanggungjawab yang membuat korban Lapindo marah dan ujung-ujungnya negara yang harus menanganinya."Harus ada kejelasan apakah yang bertanggung jawab pemegang saham lama atau pemegang saham baru jangan sampai nanti terjadi dispute hukum yang mengakibatkan permasalahan yang menelantarkan korban lumpur Lapindo," ujar Edwin .Otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) juga diharapkan bisa mengawasi secara ketat proses spin-off ini.Sementara Konsultan Hukum dari BT Patnership Andhesa Erawan mengatakan, pelaksanaan spin-off secara otomatis berdampak hukum terjadinya pengalihan saham. Penerima pengalihan saham tersebut harus mengambil alih hak dan tanggung jawab.Andhesa menilai, tidak akan ada sengketa hukum sepanjang yang menerima pengalihan bersedia sepenuhnya menerima dampak pengalihan saham.Sementara pihak ketiga yang terkait dengan transaksi ini juga harus mengetahui adanya pengalihan tanggungjawab dari penjual dan penerima pengalihan."Jadi harus diumumkan kepada publik poin-poin bahwa pihak yang menerima pengalihan menerima sepenuhnya dampak dan tanggungjawab," kata Andhesa kepada detikcom.Spin off Lapindo Brantas Inc dilakukan Energi dengan menjual kepemilikan saham di dua anak usahanya yang berdomisili di Hongkong yaitu Kalila Energy Ltd dan Pan Asia Enterprise.Kalila Energy Limited dan Pan Asia Enterprise memiliki 99,99 persen kepemilikan di Lapindo Brantas Inc yang memegang hak 50 persen di Brantas PSC.Kedua anak usaha tersebut akan didivestasi ke perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Grup Bakrie.
(ir/)











































