IHSG Terhadang Bursa Global

IHSG Terhadang Bursa Global

- detikFinance
Kamis, 07 Sep 2006 10:03 WIB
Jakarta - Turunnya bursa wall steet dan regional menekan perdagangan saham di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ).Pada perdagangan saham pukul 09.52 JATS, Kamis (7/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan dengan turun 9,991 poin (0,67%) ke level 1.462,572.Investor internasional mengkhawatirkan suku bunga the Fed akan naik lagi dalam pertemuan Gubernur Sentral AS (FOMC) 20 September mendatang, dari level saat ini sebesar 5,25 persen.Kekhawatiran tersebut muncul setelah keluarnya laporan The Fed mengenai tekanan inflasi AS yang belum berkurang. Selain itu sejumlah industri seperti otomotif dan properti juga mengalami penurunan.Investor di BEJ juga mulai menghitung ulang portofolionya jika The Fed menaikkan suku bunga karena bisa mengganggu kebijakan penurunan suku bunga BI.Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri seperti penurunan BI rate dan kenaikan cadangan devisa, diperkirakan belum mampu melawan merahnya bursa global. Pelaku pasar memilih melepas saham-saham yang dinilai sudah mengalami kenaikan cukup tinggi seperti beberapa saham perbankan.Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (7/9/2006), IHSG berhasil keluar sementara dari jalur merah dengan naik 4,325 poin (0,295%) ke level 1.472,563. Kenaikan ini karena aksi beli terbatas saham blue chip. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas. BNI SecuritiesPenguatan nilai tukar rupiah, penurunan harga minyak mentah dunia serta kenaikan cadangan devisa Indonesia diharapkan masih mampu mengangkat pergerakan indeks Jakarta. Namun penguatan indeks dikhawatirkan dapat terhadang oleh kondisi bursa global. Kisaran pergerakan indeks berada pada rentang 1.466 - 1.479. Bhakti SecuritiesIndeks bergerak dalam pola sideways dengan kisaran pergerakan antara 1.460 - 1.481. Sentimen regional dan nilai tukar rupiah kami perkirakan akan mempengaruhi pergerakan indeks ditengah minimnya sentimen positif yang melanda pasar. Kami merekomendasi beli untuk saham INCO dan ANTM. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads