Penguatan Euro Dicemaskan
Jumat, 08 Sep 2006 09:21 WIB
Jakarta - Mata uang tunggal euro terus menguat dalam beberapa hari terakhir perdagangannya, terutama atas yen Jepang. Hal itu justru menimbulkan kecemasan baru yakni terpukulnya kinerja eksportir Eropa.Deputi Menteri Keuangan Jerman, Thomas Mirro mengatakan, ada 'sumber keprihatinan' bahwa euro telah mencatat rekor tertinggi atas yen. Untuk itu, para menteri menginginkan agar masalah ini segera didiskusikan.Seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/9/2006), Mirrow mengatakan bahwa para pemimpin G7 akan segera membicarakan masalah tersebut dalam pertemuan mendatang.Penguatan euro dikhawatirkan akan menurunkan kinerja ekspor 12 negara anggota Uni Erupa, yang baru saja menunjukkan perbaikan.Kabar akan dibahasnya penguatan euro dalam pertemuan G7 itu sempat membuat euro melemah sesaat. Para pialang khawatir, Tokyo akan mendapat tekanan dari para 'rekannya' sehingga memaksa Bank of Japan melakukan intervensi untuk mengangkat yen.Tercatat euro diperdagangkan di level 1,2729 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2803 dolar. Sementara dolar diperdagangkan di level 116,42 yen, dari sebelumnya di level 116,55 yen.Terhadap yen, euro sempat melemah ke level 147,84 yen, yang merupakan level terendah sejak 11 Agustus. Namun euro kembali menguat ke level 148,21 yen, dari sebelumnya di level 149,34 yen. Sementara nilai tukar rupiah tetap stabil pada posisinya. Pada perdagangan awal perdagangan Jumat (8/9/2006), rupiah dibuka stabil pada level 9.095/9.100 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 9.100 per dolar AS.
(qom/)











































