Rupiah Jatuh Lagi ke 9.125/US$
Jumat, 08 Sep 2006 18:01 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali merosot di akhir pekan ini. Namun Bank Indonesia (BI) tetap meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabil, dengan melihat perkembangan faktor fundamental.Pada perdagangan Jumat (8/9/2006), rupiah ditutup melemah ke level 9.125 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.100 per dolar AS.Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin yang ditemui di Gedung BI, Jakarta, mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah lebih ditentukan faktor fundamental untuk jangka panjang. Perbedaan interest rate differential diyakini tidak akan berpengaruh.Aslim menambahkan, faktor fundamental yang berpengaruh itu antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi dan kondisi neraca pembayaran, modal asing masuk, ekspor. "Itu yang menentukan sebetulnya. Nah, itu yang kita harapkan untuk menjaga rupiah tetap stabil dan menguat," ujarnya.Ia memperkirakan rupiah akan terus bergerak menguat di kisaran Rp 9.000 per dolar AS, atau bahkan lebih hingga akhir tahun.Suku BungaUntuk BI Rate, Aslim memperkirakan angkanya bisa mencapai 10 persen pada akhir tahun. Syaratnya, inflasi bisa ditekan hingga di bawah 7 persen. "Ya optimislah kita bisa di situ. Kalau lebih rendah lagi lebih bagus kan?" cetusnya.Mengenai selisih dengan suku AS, Aslim menegaskan, tidak ada ukuran berapa seharusnya selisih suku bunga AS dan Indonesia. "Yang bisa digunakan sebagai ukuran adalah perbedaan tingkat inflasi kita dengan inflasi AS. Tidak ada kata harus 4-5-6 persen itu kan," jelasnya.
(qom/sss)











































