Astra Agro Cari Mitra Biofuel
Sabtu, 09 Sep 2006 13:47 WIB
Bogor - PT Astra Argo Lestari Tbk (AALI) sedang mencari mitra strategis untuk masuk ke bisnis biodiesel. Kemungkinan perseroan akan mencari mitra bisnis dari Eropa, yang biofuel telah memiliki pasar biofuel yang bagus. "Kita mencari partner yang memiliki keahlian, teknologi dan pasar bagi biofuel," kata Direktur Keuangan AALI Julie Syaftari disela-sela workshop wartawan di Hotel Novotel Bogor, Sabtu (9/9/2006).Julie mengakui, hingga saat ini belum ada kepastian kapan perseroan akan masuk ke bisnis biofuel secara komersil. Perseroan masih mengadakan riset-riset terkait bahan bakar alternatif ini."Saat ini kita tengah meminta ijin bupati NTT untuk lahan penanaman jathropa (jarak pagar). Kalau feasible, kita akan pilih jathropa supaya tidak bersaing dengan kelapa sawit untuk makanan," ujar Julie.Julie mengatakan, banyaknya pemain baru yang masuk ke bisnis biofuel juga kemungkinan akan mendongkrak harga jual CPO di pasar akibat meningkatnya permintaan untuk bahan baku. Di semester I 2006 harga jual CPO telah meningkat 2,2 persen menjadi Rp 3.360 per kg dibanding periode yang sama tahun lalu."Akhir tahun depan permintaan CPO akan naik dari biofuel," ujarnya.Bangun PabrikJulie juga mengatakan, AALI berencana untuk membangun dua pabrik pada tahun 2007 senilai US$ 14 juta. Dua Pabrik tersebut akan dibangun di Kalimantan Tengah dan Riau dengan kapasitas 90 ton tandan buah segar (tbs) per jam."Satu pabrik diperkirakan biayanya sekitar US$ 7 juta atau Rp 65 miliar. Kita harap tahun depan bisa membangun tiga pabrik. Tetapi yang jelas baru dua pabrik yang bisa kami sebutkan," kata Julie.Pembangunan pabrik tersebut untuk mendukung penambahan target produksi tahun 2007 yang diperkirakan tumbuh 10-15 persen dibanding target produksi tahun 2006 sebesar 965 ribu ton CPO. Tahun depan, AALI juga berencana menambah lahan baru seluas 17 ribu hektare. Tahun ini perseroan menargetkan tambahan lahan baru seluas 10 ribu hektar, sedangkan total lahan sawit yang telah ditanami mencapai 200 ribu hektar.Untuk mendukung penambahan lahan baru dan pembangunan pabrik tersebut, AALI menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp 600 miliar. Dana capex tersebut 80 persen berasal dari dana internal dan sisanya dari pinjaman bank.
(qom/)











































