Bapepam Diminta Selidiki Dugaan Insider Trading Grup Bakrie
Senin, 11 Sep 2006 10:45 WIB
Jakarta - Investor publik mendesak Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) memfokuskan pemeriksaan dugaan insider trading atas batalnya divestasi anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan aksi korporasi kelompok Bakrie lainnya."Perlu diperiksa apakah ada pihak yang melakukan transaksi insider, dengan memanfaatkan pernyataan-pernyataan dari manajemen dan pemegang saham kelompok Bakrie yang telah secara signifikan mempengaruhi kinerja harga saham BUMI maupun PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)," kata Djoko Santoso Soenoe, Ketua National Association of Public Investors (Napkins), dalam pernyataan sikapnya kepada detikcom, Senin (11/9/2006).Pemeriksaan tersebut, ungkap Djoko, terutama pada harga saham BUMI saat masih Rp 35 sebelum membeli Kaltim Prima Coal (KPC) dan setelah itu, serta harga saham ENRG sebelum ada berita merger. "Siapa yang lebih banyak membeli dan siapa yang lebih banyak menjual setelah berita dan pernyataan-pernyataan keluar. Teliti sampai ke pembeli yang sebenarnya, jangan berhenti sampai di broker," tuntut Djoko.Djoko meyakini hampir tidak ada investor publik yang membeli saham BUMI saat harganya Rp 35. "Rata-rata mereka membeli setelah itu," tukasnya. Namun kini banyak investor publik yang terjebak.Djoko mengingatkan kepada kelompok Bakrie perlunya bermain fair dan membangun persepsi yang baik kepada investor publik. "Jangan sampai tercipta persepsi bahwa model investasi di kelompok Bakrie lebih seperti main kucing-kucingan ketimbang fundamental," ujarnya.Menurut Djoko, investor telah memberi kesempatan kepada kelompok usaha Bakrie untuk bangkit dari krisis kepercayaan publik dengan melakukan lompatan-lompatan besar. Kesempatan tersebut harusnya, kata Djoko, dimanfaatkan sebaik-baiknya jangan malah disalahgunakan. Kelompok Bakrie, kata Djoko, perlu mengambil pelajaran dari kasus Lippo Bank dan Lippo E-Net."Investor publik akan selalu tertinggal dan mengalami kerugian bila pemegang saham mayoritas bermain petak umpet atau kata-katanya kurang dipercaya," tegas Djoko.Saham BUMI pada perdagangan saham pukul 10.33 JATS, Senin (11/9/2006) ada di level Rp 730 per saham. Sedangkan harga saham Energi ada di level Rp 550 per saham.
(ir/nrl)











































