Obligasi Ketiga BEI Banjir Peminat
Senin, 11 Sep 2006 12:44 WIB
Jakarta - PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) mendapat berkah atas turunnya BI rate. Penurunan suku bunga membuat obligasi ketiga senilai Rp 500 miliar laris manis diserbu pemodal.Dari hasil pengumpulan minat awal (bookbuilding) obligasi ini mencapai kelebihan pesanan (oversubscribe) hingga 2,27 kali atau mencapai sebesar Rp 1,137 triliun.Book building dilakukan dari tanggal 29 Agustus-8 September 2006. Masa penawaran 25-27 September dan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) 3 Oktober 2006."Tren penurunan BI rate dan semakin rendahnya tingkat inflasi, menyebabkan surat utang yang ditawarkan oleh BEI menjadi sangat atraktif dan diminati oleh para investor," kata Sunu Widi Purwoko, Corporate Secretary BEI, Senin (11/9/2006).Obligasi BEI paling banyak diminati oleh dana pensiun, asuransi, perbankan, yayasan dan aset manajemen. Investor-investor ini telah menyampaikan minatnya untuk membeli obligasi BEI.Obligasi senilai Rp 500 miliar ini mendapat peringkat single A minus Stable Outlook (id A-) dari Pefindo.Obligasi BEI-III tahun 2006 ditawarkan dalam 3 seri yaitu Seri A sebesar Rp 150 miliar dengan kupon 12,5 persen, berjangka waktu 3 tahun.Seri B sebesar Rp 200 miliar dengan kupon 12,7 persen berjangka waktu 4 tahun dan seri C Rp 150 miliar dengan kupon 12,8 persen berjangka waktu 5 tahun.Seluruh dana hasil penerbitan obligasi dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pembiayaan ekspor. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Trimegah Securities dan PT Danareksa Sekuritas, serta Bank Permata sebagai wali amanat. Bank yang sahamnya dimiliki 100 persen oleh pemerintah, saat ini sedang melakukan proses transformasi untuk menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor (Export Credit Agency/ECA).
(ir/ir)











































