Rupiah Bisa Capai 9.200/US$ Akhir Tahun 2006
Senin, 11 Sep 2006 14:19 WIB
Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah bisa menguat ke level 9.200 per dolar AS pada akhir tahun 2006. Level itu berarti lebih kuat dari patokan APBN-P 2006 sebesar 9.300 per dolar AS.Realisasi rata-rata posisi rupiah dari Januari sampai Agustus sebesar 9.180 per dolar AS, menguat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9.530 per dolar AS.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR membahas asumsi dasar makro ekonomi tahun 2007 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2006).Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga mengatakan, penurunan BI Rate yang sudah dilakukan BI akhir-akhir ini sudah direspons positif oleh sejumlah kalangan.Perbankan pun sudah mulai mengikuti tren penurunan BI Rate dengan menurunkan suku bunga dana dan suku bunga kredit yang kemudian diikuti dengan meningkatnya penyaluran kredit."Di beberapa bagian, kami melaporkan kredit pada bulan Juni hanya tumbuh Rp 1 triliun. Sekarang di bulan Agustus sudah tumbuh lebih dari Rp 10 triliun," tambah Burhanuddin.Di pasar saham, lanjut Burhanuddin, IHSG meningkat didorong oleh masuknya modal asing yang masih terjadi sejalan dengan persepsi positif dampak penurunan suku bunga terhadap prospek perekonomian. Persepsi tersebut juga terjadi di pasar obligasi pemerintah yang tercermin pada imbal hasil atau yield SUN yang turun serta masih tingginya permintaan asing.Kondisi tersebut juga mendorong perkembangan di pasar valas yang tetap stabil. Di sektor riil, penurunan BI Rate telah mendorong semakin kuatnya keyakinan konsumen dan optimisme produsen terhadap perbaikan perekonomian."Ke depan, dengan stabilitas makro ekonomi tetap terjaga dan sasaran inflasi tetap dapat dicapai, peluang untuk menurunkan suku bunga masih terbuka," jelas Burhanuddin.
(qom/sss)










































