Pasar Saham Rontok di Black September
Senin, 11 Sep 2006 16:24 WIB
Jakarta - Pasar saham mengalami penurunan yang dalam, di saat perayaan 5 tahun Black September, mengikuti rontoknya bursa Asia. Minimnya sentimen positif membuat investor memilih melepas portofolionya.Pada penutupan perdagangan Senin (11/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok 19,322 poin (1,32%) pada level 1.447,254.Pasar saham kekurangan insentif segar di Black September, yang dikenang pasar sebagai titik kehancuran pasar saham, saat bursa wall street berantakan terkena dampak musibah bom 11 September 2001.Investor mengantisipasi rencana pertemuan the Fed pada 20 September mendatang yang akan menentukan tingkat suku bunga AS.Pelaku pasar juga menilai pasar masih dalam kondisi bearish sehingga sulit melawan aksi profit taking yang terus berlanjut. Indeks LQ-45 turun 4,902 poin (1,51%) pada level 320,205 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,731 poin (1,46%) pada level 252,463.Perdagangan di seluruh mencatat transaksi sebanyak 16.225 kali, pada volume 1,349 miliar unit saham, senilai Rp 1,396 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 33 saham naik, 95 saham turun dan 59 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 300 menjadi Rp 5.400, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 12.750, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.100 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi 730.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) naik Rp 20 menjadi Rp 690, Adhi Karya (ADHI) naik Rp 20 menjadi Rp 560 dan Barito Pacific Timber (BRPT) naik Rp 15 menjadi Rp 480.
(ir/ir)











































