BEJ Terus Selidiki Transaksi Aneh Investor
Rabu, 20 Sep 2006 10:37 WIB
Jakarta - Layaknya orang berinvestasi, pastinya menginginkan keuntungan atau minimal nilai investasinya stabil.Namun investor di CIMB-GK Securities Indonesia, justru memilih rugi hingga Rp 20 miliar dengan menjual empat sahamnya dengan harga jauh lebih rendah dibanding pembeliannya. Saham yang ditransaksikan tersebut adalah saham Bank Mandiri, Bukit Asam, PGN dan INCO.Melihat keanehan tersebut Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) merasa perlu turun tangan untuk menyelidiki transaksi aneh ini.Penyelidikan itu untuk menentukan motif dari transaksi tersebut dan dampaknya terhadap bursa."Perlu ada investigasi lebih lanjut karena perilaku investor ini berbeda, sehingga muncul spekulasi mengenai motifnya, termasuk kemungkinan pencucian uang (money laundering)," kata Direktur Pencatatan BEJ Eddy Sugito, Rabu (20/9/2006).Eddy mengatakan, sebenarnya transaksi yang janggal tersebut berdasarkan peraturan yang ada tidak bermasalah. Pasalnya transaksi tersebut bukan transaksi semu dan tidak pula menggunakan uang palsu.Investor yang merugi dalam jumlah besar itu pun tidak bermasalah karena untung dan rugi dalam perdagangan saham merupakan hal yang biasa. Namun apa yang dilakukan investor itu berpotensi merugikan investor lain dengan merusak pasar.BEJ sendiri sudah meminta keterangan broker yang digunakan sang investor, salah satunya adalah CIMB. Namun Eddy menolak menyebut broker lain yang digunakan investor itu.Saat ini BEJ bekerjasama dengan Bapepam karena tidak bisa menginvestigasi langsung investor bersangkutan.Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam Arif Baharudin menyatakan, sampai saat ini belum ada perkembangan mengenai kasus tersebut.
(ir/)











































