Terseret Krisis Thailand, Indeks Saham Turun 6 Poin

Terseret Krisis Thailand, Indeks Saham Turun 6 Poin

- detikFinance
Rabu, 20 Sep 2006 16:25 WIB
Jakarta - Setelah lima hari perdagangan mengalami rally, pasar saham akhirnya terkena aksi ambil untung dengan menggunakan momentum pasar Asia yang melemah terseret krisis politik di Thailand.Pada penutupan perdagangan Rabu (20/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 6,042 poin (0,41%) pada level 1.479,307.Turunnya indeks dipicu oleh melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang hingga pukul 16.10 WIB sore ini ada di level 9.166 per dolar AS.Investor melepas saham-saham blue chip sambil menungu hasil pertemuan The Fed nanti malam atau 20 September waktu AS.Namun menurut Ferry Latuhihin, Chief Economist Bank International Indonesia (BII), krisis politik Thailand diperkirakan tidak akan berdampak serius terhadap pasar uang dan saham di Indonesia karena kudetanya tidak berdarah. Rontoknya rupiah dan indeks saham lebih dipicu oleh faktor internal.Apalagi menurut Ferry, kudeta di Thailand sudah seringkali terjadi dan tidak mengganggu terlalu dalam perekonomian Negeri Gajah Putih tersebutFerry melihat, rontoknya rupiah hari ini lebih karena investor memanfaatkan momentum di Thailand untuk keluar. Karena sejak pekan lalu sudah ada indikasi investor keluar secara perlahan pascaturunnya tingkat imbal hasil (yield) obligasi mengikuti turunnya suku bunga SBI."Selama ini investor asing yang menguasai hot money US$ 7-8 miliar betah di Indonesia karena mendapat gain dari tingginya suku bunga dan yield dari obligasi," kata Ferry.Indeks LQ-45 turun 1,988 poin (0,6%) pada level 327,526 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,596 poin (0,62%) pada level 257,570.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 16.871 kali, dengan volume 1,096 miliar unit saham, senilai Rp 1,533 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 52 saham naik, 55 saham turun dan 73 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 12.300, United Tractors (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 5.900, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 4.600 dan Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.850.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer diantaranya, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 200 menjadi Rp 5.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 12.150 dan Total Bangun Persada (TOTL) naik Rp 30 menjadi Rp 420. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads