Lapindo Dijual ke Lyte Limited
Rabu, 20 Sep 2006 18:29 WIB
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akhirnya menjual anak usahanya yakni Lapindo Brantas Inc kepada anak usaha Grup Bakrie yakni Lyte Limited. Siapa Lyte Limited? Belum jelas nama perusahaan yang masih terdengar asing itu. Namun Investor Relation ENRG Erwin W. Hidayat ketika dihubungi detikcom, Rabu (20/9/2006) memastikan perusahaan itu ada dan masih masuk dalam Grup Bakrie."Saya belum bisa memberikan keterangan itu (soal lyte). Tapi yang jelas Light Limited itu eksis dan sepenuhnya dikontrol oleh Grup Bakrie," ujar Erwin.Hari ini, ENRG telah menyerahkan surat kepada Bapepam-LK mengenai rencana penjualan Lapindo Brantas melalui Kalila Energi Limited dan Pan Asia Enterprise Ltd. Lapindo sendiri merupakan pemilik 50 persen dari kuasa pertambangan di Brantas PSC. Menurut Erwin, penjualan anak usaha ini masih menunggu persetujuan dari Bapepam-LK dan pemegang saham independen melalui RUPSLB yang akan diadakan Oktober mendatang. Energi juga telah menunjuk PT Danatama Makmur sebagai penasihat keuangan divestasi ini. Jika penjualan ini jadi dilakukan, kata Erwin, akan menjaga kinerja keuangan Energi. "Sampai semester pertama, ada tambahan beban sebesar US$ 4 juta akibat kerugian terjadinya musibah Lapindo," ujarnya.. Ia menambahkan, akibat musibah Lapindo, aktivitas pengembangan aset perseroan di tujuh blok lain yang dimiliki energi terhambat karena seluruh manajemen fokus pada Lapindo. Direktur Keuangan Energi, Yuli Sudargo dalam paparan publik akhir Agustus lalu mengatakan, Energi akhirnya melepas Lapindo karena telah membebani keuangan yang cukup berat ke perusahaan akibat musibah lumpur.Hingga saat ini pemegang saham Blok Brantas telah mengeluarkan dana sebesar US$ 20 juta untuk penanggulangan lumpur tersebut. Saham Lapindo sebesar 50 persen dimiliki oleh Energi, 32 persen oleh PT Medco Energi Internasional Tbk, dan sisanya oleh Santos.
(qom/asy)











































