Efek Kudeta Reda, Baht Menguat

Efek Kudeta Reda, Baht Menguat

- detikFinance
Kamis, 21 Sep 2006 10:24 WIB
Singapura - Mata uang baht Thailand dibuka langsung menguat setelah pelaku pasar melihat proses transisi pasca kudeta berlangsung mulus. Aktivitas bisnis pun berjalan normal.Pada perdagangan Kamis (21/9/2006), baht dibuka langsung menguat tajam ke level 37,5150 dolar, dari sebelumnya di posisi 37,68 dolar."Pelaku pasar sudah bereaksi dengan cara yang fair. Segala sesuatu tampaknya cukup baik dan kita melihat proses transisi akan berjalan dengan lancar," ujar ekonom dari UOB Singapura, Jimmy Koh seperti dikutip dari AFP.Kudeta oleh militer yang dilakukan Selasa, 19 September malam sempat merontokkan mata uang Asia dan membangkitkan kembali memori krisis ekonomi yang pernah melanda di tahun 1997/1998.Bayangan krisis muncul mengingat krisis ekonomi tahun 1997 juga dimulai dengan ambruknya baht, yang diikuti oleh mata uang lainnya termasuk rupiah."Kami berdebat apakah krisis tahun 1997 akan kembali berulang di Thailand. Namun selain fundamental ekonomi yang lebih kuat, Bank Sentral Thailand juga memiliki 'alat' yang lebih baik untuk menjaga baht," ujar Rob Subbaraman, analis dari Lehman Brothers.Saat krisis tahun 1997 lalu, Thailand hanya punya cadangan devisa US$ 38 miliar. Namun kini Thailand memiliki cadangan devisa yang lebih dari cukup mencapai US$ 58 miliar."Dan yang lebih penting, Thailand saat ini tidak mengalami overheating dari membanjirnya hot money seperti yang terjadi di tahun 1997," ujar Subbaraman. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads