Emiten Go Private Lantaran Minim Insentif

Emiten Go Private Lantaran Minim Insentif

- detikFinance
Kamis, 21 Sep 2006 13:56 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menengarai salah satu faktor yang membuat banyaknya emiten keluar dari bursa (go private) karena kurangnya insentif dari pemerintah.Insentif kepada perusahaan terbuka (go public) ini antara lain insentif pajak dan non-pajak."Ya mungkin alasan salah satunya adalah insentif," Kepala Bapepam Fuad Rahmany, di sela acara seminar AEI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (21/9/2006).Dua emiten besar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yakni perusahaan farmasi, PT Darya Varia Laboratorie Tbk dan perusahaan makanan bayi PT Sari Husada Tbk, memutuskan untuk delisting dari BEJ dengan alasan sahamnya kurang likuid.Alasan lainnya, mengikuti kebijakan perusahaan pusat seperti Sari Husada yang dimiliki Nutricia Belanda.Namun Fuad menilai, alasan perusahaan yang ingin go private tidak terlalu transparan seperti mengikuti keputusan perusahaan induk.Menurut Fuad, Bapepam selalu menanyakan kepada emiten yang ingin go private, apakah hal itu dilakukan karena ada kelemahan di pasar modal.Maka itu Bapepam juga berusaha untuk terus memperbaiki pasar modal dan memberikan insentif.Untuk pemberian insentif, ungkap Fuad, saat ini Bapepam dan Dirjen Pajak membentuk tim yang akan membahas mengenai insentif. Tim merumuskan insentif apa saja yang bisa diberikan tanpa harus menunggu pengasahan UU Perpajakan, tapi berdasarkan audit pajak. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads