IHSG Terbang ke Level 1.500
Kamis, 21 Sep 2006 16:33 WIB
Jakarta - Lantai bursa diliputi eforia stagnannya suku bunga the Fed dan peluang Bank Indonesia (BI) menurunkan BI rate bulan depan. Saham-saham perbankan langsung melejit dan membawa indeks saham terbang menerebos level 1.500. Indeks saham mencatat rekor tertingginya di level 1.553,062 pada 11 Mei 2006.Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (21/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 28,058 poin (1,9%) menuju level 1.507,365.Menurut Alfiansyah dari Sinarmas Securities, meroketnya indeks dipacu oleh tiga faktor. Pertama, stabilnya bunga The Fed. Kedua, dugaan hedge fund dari Thailand yang masuk ke Indonesia dengan membeli saham blue chip. Ketiga, fundamental ekonomi Indonesia yang mulai membaik. Pasar saham keuangan Thailand yang sempat tutup pada Rabu kemarin, dan mengguncang pasar Asia, kini terlihat hidup kembali karena kudeta berjalan damai dan tidak mengganggu perekonomian. Indeks LQ-45 naik 6,584 poin (2,01%) pada level 334,110 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,339 poin (1,68%) pada level 261,909.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 26.387 kali, pada volume 2,462 miliar unit saham, senilai Rp 2,581 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 103 saham naik, 35 saham turun dan 68 saham stagnan.Saham-saham yang melejit harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 12.600, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 175 menjadi Rp 2.300, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 4.675, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 4.975 dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.300.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 8.750, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun Rp 10 menjadi Rp 900 dan Bangun Total Persada (TOTL) turun Rp 5 menjadi Rp 415.
(ir/qom)











































