Depperin:
Texmaco Tak Bisa Diselamatkan
Senin, 25 Sep 2006 16:57 WIB
Jakarta - Pemerintah menegaskan, PT Texmaco Jaya Tbk, perusahaan milik Marimutu Sinivasan, tak mungkin diselamatkan melalui suntikan dana.Pasalnya perusahaan ini sudah tidak punya lagi agunan, karena bangunan maupun agunan lainnya sudah menjadi jaminan pinjaman sebelumnya.Satu-satunya pilihan hanya dengan menjual perusahaan tersebut dan pembelinya yang menjalankan.Demikian dikatakan oleh Dirjen Industri, Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin), Ansari Bukhari kepada wartawan di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (25/9/2006).Menurut Ansari, sejak Desember 2005 sudah didaftar siapa saja yang berminat membeli Texmaco. Sedangkan pada Desember 2006 akan diputuskan siapa yang akan menjadi pemilik Texmaco."Tapi hingga bulan ke-9 ini belum ada pihak yang menawar," kata Ansari.Ansari menjelaskan, dari dulu Texmaco melalui almarhun Marimutu Manimaren (adik Sinivasan) meminta modal US$ 500 juta ke perbankan. Namun bank-bank tidak mungkin memberi pinjaman karena tak ada yang dijaminkan."Masalahnya bola sekarang di Perusahaan Pengelola Aset (PPA), pihak Depperin maupun Texmaco tak lagi mengurusi restrukturisasi utangnya. Texmaco dijalankankan lagi tak mungkin kecuali ada yang ambil alih," papar Ansari.Rencana korporasi Texmaco juga tidak bisa dibuat karena terhambat restrukturisasi utang dengan PPA. Sementara sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) juga terancam dihapus pencatatannya, juga karena Texmaco tidak mampu memberikan rencana korporasinya.Posisi Texmaco di PPA saat ini, ungkap Ansari, belum ada kemajuan karena belum juga ada yang menawar."Dulu pernah ada yang menawar tapi terlalu rendah nanti malah jadi kasus karena menjual terlalu rendah," tutur Ansari.Saat ini operasional Texmaco yang masih bergerak hanya unit usaha tekstil. Sedangkan bisnis lain seperti industri mobil truk dan mesin sudah tidak berjalan lagi.
(ir/ir)











































