Dibebani Lapindo US$ 30 Juta, Energi Masih Kaya

Dibebani Lapindo US$ 30 Juta, Energi Masih Kaya

- detikFinance
Jumat, 29 Sep 2006 10:30 WIB
Jakarta - Meski dibebani masalah Lapindo Brantas Inc, yang telah menyedot dana perusahaan hingga US$ 30 juta, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masih bisa menuai untung hingga Rp 172 miliar.Perusahaan tambang Kelompok Bakrie ini, mencatat peningkatan laba bersih semester I-2006 sebesar 7 persen menjadi Rp 172 miliar, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 160,7 miliar.Peningkatan laba ini dipicu oleh terjadinya penurunan beban pajak yang harus dibayar perseroan tahun ini. Pada semester I-2006, beban pajak yang dipikul Energi sebesar 18,6 miliar, lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 84,1 miliar.Demikian diungkapkan Presiden Direktur Energi, Chris Newton dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (29/9/2006).Pendapatan Energi pada enam bulan pertama 2006 juga tumbuh 4 persen menjadi Rp 832 miliar, dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar Rp 803 miliar."Kenaikan pendapatan sebesar 4 persen terutama dipicu oleh kenaikan yang signifikan pada harga rata-rata rill yang berbasis barrels of oil equivalent. Diperinci menurut produk, harga rata-rata minyak naik sebesar 31 persen sedangkan harga rata-rata gas naik sebesar 15 persen," ujar Chris.Namun karena besarnya beban produksi dan beban lain-lain, laba bersih sebelum pajak turun menjadi Rp 190,6 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 245,2 miliar.Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan juga tergerus 12 persen menjadi Rp 391,9 miliar, dibanding semester I-2005 Rp 444,4 miliar.Chris juga mengatakan, saat ini perhatian Energi dan anak usahanya sangat tersita oleh masalah lumpur Lapindo sehingga mempengaruhi kinerja perseroan. Lapindo Brantas, menurut Chris, telah menghabiskan US$ 30 juta untuk menangani lumpur tersebut.Untuk mengatasi tingginya beban Lapindo terhadap Energi, manajemen akhirnya sepakat menjual kepemilikannya di Lapindo kepada pemegang saham utama kelompok usaha Bakrie.Kasus Lapindo juga tidak membuat proyek PT Energi lainnya terbengkalai. Untuk tahun ini perseroan akan memfokuskan pada kontrak EPCI dalam pengembangan gas di Terang Sirasun dan Batur. Perseroan juga akan menyelesaikan rencana produksi minyak pertama di Kepulauan Sepanjang dan lapangan minyak di Kangean PSC Jawa Timur."Kami juga merencanakan untuk mulai memproduksi gas untuk PLN Pekanbaru dari Blok Korinci PSC di Riau. Dan kami akan melanjutkan program pengembangan pengeboran yang sukses di Malacca Strait PSC dan mengoptimalkan produksi di blok yang telah diakuisisi melalui PT Tunas Harapan Perkasa," ujarnya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads