Penjualan Gajah Tunggal 2006 Diproyeksi Tumbuh 15%

Penjualan Gajah Tunggal 2006 Diproyeksi Tumbuh 15%

- detikFinance
Jumat, 29 Sep 2006 16:27 WIB
Jakarta - Produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahun 2006 sebesar 10-15 persen, dibanding penjualan 2005 sebesar Rp 4,834 triliun. Kenaikan pendapatan itu disebabkan oleh membaiknya kondisi makro ekonomi dan penurunan biaya pada semester kedua ini."Kalau pada semester pertama 2006, perseroan masih dibayangi oleh beban yang tinggi akibat kenaikan harga BBM, namun pada semester II ini keadaan sudah beranjak normal lagi, penurunan harga komoditas karet juga akan meningkatkan margin," kata Direktur GJTL, Chatarina Widjaja, Jumat (29/9/2006).Walaupun demikian, Chatarina mengatakan laba bersih tahun ini tidak mengalami pertumbuhan dibanding tahun lalu Sebesar Rp 346,835 miliar. Hal ini disebabkan tahun lalu perseroan mendapatkan extraordinary income dari penjualan anak usaha sebesar Rp 123,532 miliar.Dalam kesempatan yang sama, Chatarina juga mengatakan perseroan akan meningkatkan pangsa pasarnya terutama untuk produk ban motor. Saat ini pangsa pasar GJTL untuk penjualan ban motor sebesar 65 persen, nomor satu (leading) dibandingkan produk lain."Kedepannya akan kami tingkatkan menjadi 70 persen," katanya.Untuk itu perseroan akan meningkatkan kapasitas produksinya yang saat ini berada pada posisi 43 ribu ban per hari menjadi 60 ribu ban sampai 2009.Sedangkan pangsa pasar untuk ban radial, Gajah Tunggal menempati urutan kedua setelah Bridgestone. Pangsa pasar ban radial Gajah Tunggal saat ini hanya 35 persen."Ban radial untuk mobil akan kami tingkatkan kapasitas produksinya menjadi 45 ribu ban per hari sampai 2010," kata Chatarina.Dia menambahkan dana investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi ini sebesar US$ 170 juta. Dana tersebut sudah digunakan sebesar US$ 70 juta, dan sisanya US$ 100 juta akan dialokasikan untuk kebutuhan lima tahun mendatang."Pendanaannya US$ 100 juta dari penerbitan obligasi dan US$ 70 juta dari kas internal," kata Chatarina. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads