Inflasi Gagal Tahan Gempuran Profit Taking

Inflasi Gagal Tahan Gempuran Profit Taking

- detikFinance
Senin, 02 Okt 2006 16:25 WIB
Jakarta - Aksi ambil untung saham telekomunikasi membawa pasar saham ke jalur merah. Stabilnya inflasi Oktober juga tidak mampu menahan serangan profit taking.Pada penutupan perdagangan Senin (2/10/2006), Indeks Saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,708 poin (0,37%) pada level 1.528,907.Inflasi Oktober ada di level 0,38 persen yang relatif naik tipis dibanding September sebesar 0,33 persen. Stabilnya inflasi ini hanya sedikit menahan gempuran profit taking, yang sebelum penutupan perdagangan turun lebih dari 10 poin.Investor melepas saham blue chip untuk merealisasikan gain jangka pendek. Namun penurunan indeks diprediksi bersifat temporer karena pelaku pasar meyakini Bank Indonesia (BI) akan kembali menurunkan BI rate yang kini di level 11,25 persen karena inflasi terkendali. Indeks LQ-45 turun 1,802 poin (0,54%) pada level 334,663 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,608 poin (0,61%) pada level 261,889.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 21.017 kali, dengan volume 2,094 miliar unit saham, senilai Rp 1,377 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 57 saham naik, 68 saham turun dan 82 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 12.200, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.050, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.400, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.325 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.300.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) naik Rp 60 menjadi Rp 900, Total Bangun Persada (TOTL) naik Rp 35 menjadi Rp 505 dan Bank Bukopin (BBKP) naik Rp 30 menjadi Rp 460. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads