Profit Taking Masih Membayangi Pasar Saham
Selasa, 03 Okt 2006 09:44 WIB
Jakarta -
Aksi ambil untung masih mewarnai transaksi saham menyusul merahnya bursa saham wall street dan regional. Pada perdagangan saham pukul 09.32 JATS, Selasa (3/9/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi 7,350 (0,48%) poin pada level 1.521,557.Investor melepas saham-saham blue chip karena sudah masuk batas teritori overbought (jenuh beli).Akibatnya sentimen positif terhadap stabilnya inflasi September di posisi 0,38 persen belum mampu menghalau serangan profit taking.Meski demikian stagnannya inflasi diyakini tetap akan memberikan pengaruh positif ke lantai bursa. Pasalnya, inflasi yang rendah akan membuat Bank Indonesia (BI) menurunkan lagi BI rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 5 Oktober 2006.Pada penutupan perdagangan Senin kemarin (2/10/2006), IHSG melemah 5,708 poin (0,372%) ke level 1.528,907 Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas. BNI SecuritiesEkspektasi penurunan BI rate menyusul inflasi September yang melambat diharapkan dapat mendongkrak pergerakan indeks Jakarta. Kisaran pergerakan indeks diproyeksikan berada pada rentang 1.520 - 1.540.Bhakti SecuritiesPosisi saham-saham unggulan yang berada pada teritori overbought mengindikasikan indeks masih berpotensi untuk kembali melemah walaupun dalam kisaran terbatas. Kami merekomendasi beli untuk saham-saham unggulan jika saham tersebut telah mengalami penurunan mengantisipasi penurunan suku bunga.
(ir/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
